TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penikaman yang terjadi di Kampung Pancurang, Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (28/1/2026) tengah menjadi perhatian publik.
Hal ini menjadi perhatian dikarenakan belum lama juga terjadi penikaman yang menyebabkan seorang remaja bernama Godbless meninggal di Mahakeret, Manado.
Terkait hal tersebut kasus penikaman di kecamatan Singkil ini mengakibatkan seorang pria bernama Jhero Mamonto meninggal.
Lantas setelah insiden tersebut, pelaku yang menikam Jhero Mamonto juga ditikam oleh terduga berinisial K.
Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Singkil bergerak cepat menangani kasus penikaman yang menggegerkan warga Kampung Pancurang.
Jarak lokasi kejadian ke polsek Singkil sekitar 1,3 km, waktu tempuh sekira 4 menit dengan kendaraan bermotor.
Begitu menerima laporan, petugas langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam insiden berdarah tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 02.30 Wita, di tengah berlangsungnya sebuah acara pernikahan di wilayah Singkil Gunung Potong.
Suasana pesta yang semula berlangsung meriah mendadak berubah mencekam setelah terjadi penikaman.
Korban diketahui berinisial FJM (29), seorang pelaut yang berdomisili di Kelurahan Singkil Satu.
Usai mengalami luka serius akibat tikaman senjata tajam, korban sempat dilarikan oleh warga ke Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong. Tim medis menyatakan korban meninggal dunia akibat luka parah yang dialaminya.
Kapolsek Singkil Ipda Leonardo Immanuel Simanjuntak, didampingi Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agud Haryono, mengungkapkan kronologi awal kejadian berdasarkan hasil penyelidikan sementara di lapangan.
Menurut Kapolsek, insiden bermula saat korban menegur salah satu terduga pelaku yang diduga membawa senjata tajam di lokasi acara pernikahan tersebut.
“Teguran itu tidak diterima dengan baik oleh terduga pelaku utama berinisial ML. Yang bersangkutan kemudian langsung mencabut pisau dan melakukan penikaman terhadap korban,” ujar Ipda Leonardo.
Tak hanya sendirian, aksi penikaman tersebut juga diduga dilakukan dengan bantuan seorang rekan terduga pelaku lainnya berinisial E.
Akibat penikaman tersebut, korban mengalami luka di bagian dada kiri, dada kanan, serta area vital. Meski telah mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak tertolong.
Dalam rangkaian kejadian itu juga terjadi perkelahian, yang mengakibatkan seorang terduga lainnya berinisial K melakukan penikaman terhadap ML dan E.
Saat ini, ML dan E masih menjalani perawatan di RS Malalayang akibat luka yang dialami.
Sementara itu, terduga K telah diamankan di Polresta Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, di antaranya AZP (21) dan OG, warga setempat yang berada di lokasi kejadian.
“Kami masih terus mendalami kasus ini, termasuk motif penikaman dan peran masing-masing pihak yang terlibat. Proses hukum akan kami lakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Kapolsek Singkil.
Baca juga: Info PLN Rencana Pemadaman Listrik Mulai Jam 9 Pagi, Lokasi Terdampak di Manado dan Tomohon
Selain itu beredar juga sebuah video yang disebut merupakan keributan disebuah acara sebelum terjadi penikaman.
Terlihat dari video yang beredar di media sosial, Korban Jhero yang memakai kaos berwarna hijau dan celana panjang jeans berwarna biru tidak terlibat keributan.
Korban diketahui ingin melerai keributan yang terjadi, tapi video selesai sebelum terjadi penikaman.
Berdasarkan unggahan video yang merekam insiden perkelahian tersebut menyebut korban tidak terlibat perkelahian.
Berdasarkan keterangan saksi yakni Rolando Masaling saat dihubungi Tribun Manado melalui pesan messenger.
Saat diacara pernikahan, Rolando hanya datang untuk bermain Keyboard dan bukan warga setempat.
"Saya bukan warga situ, cuma datang main keyboard, terus tiba-tiba kacau," ucap Rolando.
Rolando pun membagikan video di media sosial saat keributan, namun saat terjadi penikaman tidak terlihat jelas karena tertutup pagar.
"Saya yang rekam videonya, tapi saat terjadi penikaman tidak jelas karena tertutup pagar," lanjut Rolando.
Rolando juga mengaku melihat korban yakni Jhero Mamonto hanya menghalangi perkelahian tersebut.
Sementara itu untuk penyebab perkelahian terjadi Rolando mengaku kurang tahu ada masalah apa tiba-tiba sudah berkelahi, karena hanya datang untuk bermain Keyboard.
"Kurang tau drang pe masalah apa, kage-kage so bakalae, dia (Jhero Mamonto) cuma ba pele drg bakalae" ucap Rolando.
Korban yang dikenal bernama Jhero Mamonto atau biasa dipanggil Ello meninggal.
Berdasarkan pantauan Tribun Manado melalui media sosial terlihat sejumlah postingan warganet yang diketahui mengenal korban.
Dimana sebagian postingan dari facebook menyebut Jhero Mamonto dikenal orang baik.
Berikut sejumlah postingan akun facebook yang turut berduka atas meninggalnya Jhero Mamonto
@Echa Manado: "Selamat jalan Jhero Mamonto semoga amal kebaikanmu akan diterima,, aku bersaksi ngana tamang yg baik sekali"
@Jefry Kasim: "Selamat jalan polo, org paling bae-bae yang kita kenal dari masih kacil"
@Jindril Medendehe: "polo Jhero Mamonto, mgana orang bae-bae Polo. Selemat jalan polo. Beristirahatlah dalam Damai elo.
@Yhal: "Oh pirua nya sangka leh, Terakhir bkudpa Tahun lalu, In dengar kamari ngana so ndak ada, selamat jalan tamang, ngana orang bae ta tau"
@Vandy Lnd: "Selamat jalan Jhero Mamonto semoga amal kebaikanmu akan diterima, aku bersaksi kamu orang baik.
(TribunManado.co.id)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini