Tak Instan dan Penuh Proses, Kisah Mengubah Jerih Payah Menjadi Aset yang Berkelanjutan
Poetri Hanzani January 28, 2026 03:34 PM

Nakita.id- Di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak cepat, peran keluarga, terutama ibu rumah tangga, mengalami transformasi yang semakin nyata.

Rumah tidak lagi hanya menjadi ruang domestik, tetapi juga titik awal lahirnya aktivitas produktif yang memberi dampak langsung pada kesejahteraan keluarga.

Dengan dukungan ekosistem yang tepat, keterampilan, ketekunan, dan jaringan yang dibangun dari lingkungan terdekat mampu membuka peluang ekonomi berkelanjutan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kemandirian finansial tidak selalu berangkat dari skala besar atau modal besar, melainkan dari konsistensi, keberanian mengambil peran baru, dan kemampuan mengelola hasil usaha menjadi sesuatu yang bernilai jangka panjang.

Di balik panggung penghargaan Miss Cimory Awards 2026 pekan lalu, terungkap pola ekonomi baru yang tumbuh dari teras rumah. Ribuan ibu rumah tangga kini tidak lagi sekadar mencari penghasilan tambahan, tapi juga berkemampuan menjadi pengelola dan pembangun aset keluarga.

Hendri Viarta, Direktur Cimory Group mengemukakan kebanggaannya, “Bagi kami, pencapaian terbesar Miss Cimory bukan angka penjualan, tapi ketika para ibu mulai membangun aset. Ketika pendapatan berubah menjadi tanah, emas, atau pendidikan anak, di situlah kemandirian ekonomi benar-benar terjadi.”

Semangat inilah yang mewarnai Miss Cimory Awards 2026. Melalui program ini, hasil penjualan tak berhenti sebagai konsumsi harian, namun berkembang menjadi investasi jangka panjang, mulai dari properti, sawah, hingga modal usaha yang menopang ekonomi rumah tangga.

Membangun Kemandirian Finansial dari Teras Rumah

Kisah para pemenang tahun ini membuktikan dampak nyata bagi masa depan keluarga. Salah satunya Ibu Niar (45 tahun) dari Tegal. Bergabung sejak 2017, ia membuktikan konsistensi menyisihkan penghasilan berbuah manis.

“Dulu fokusnya cukup hari ini,” tuturnya. “Sekarang saya berpikir lima hingga sepuluh tahun ke depan, mulai dari rumah sendiri hingga biaya kuliah anak.”

Kisah serupa datang dari Ibu Dini (41 tahun) asal Bandung. Ia memilih mengonversi hasil penjualan yogurt menjadi jaminan hari tua, seperti emas, dua unit rumah, satu mobil, dan usaha laundry.

Sementara Ibu Sunanti (49 tahun) di Jakarta, mampu memodali bengkel suami dan menguliahkan kedua anaknya hingga lulus sarjana. Tak kalah inspiratif, jerih payah Ibu Darini (51 tahun) dari Pondok Aren kini berwujud aset berupa sebidang sawah produktif, rumah kontrakan, dan mobil, yang kini menjadi tabungan jangka panjang keluarga. Iapun berhasil menunaikan ibadah Umrah ke Tanah Suci.

Cerita keberhasilan Miss Cimory tersebut membuktikan bahwa satu ibu yang berdaya mampu menciptakan efek ganda bagi ekonomi keluarga besarnya.

Disiplin Tinggi sebagai Fondasi Pembangunan Aset Keluarga

Pencapaian-pencapaian tersebut tidak instan. Pada Miss Cimory Awards 2026, 461 Miss Cimory menerima penghargaan atas konsistensi dan pencapaian mereka sepanjang tahun.

Apresiasi utama diberikan kepada 199 pemenang kategori Growth Business dan 211 pemenang kategori Growth People yang menjadi tulang punggung pertumbuhan perusahaan.

Tak hanya itu, apresiasi juga disematkan kepada 25 ibu kategori Best MP yang unggul dalam distribusi produk daging olahan (Meat Product), serta 25 ibu kategori Best CMD dengan performa terbaik di lini produk susu dan dairy.

Puncaknya, satu sosok inspiratif dengan performa paripurna dinobatkan sebagai Best Miss Cimory 2025, yaitu Ibu Tianisah Siregar (51 tahun) dari Cimory Center wilayah Jawa Barat.

Kunci sukses mereka adalah disiplin melalui Noon Ceremony (NC). Sesi rutin pukul 13.00 ini menjadi ruang pembelajaran dan pembentukan karakter. Di sinilah para ibu belajar berpikir terstruktur, mengelola waktu, melek digital, dan mulai memandang penghasilan sebagai alat perencanaan masa depan.

“Miss Cimory bukan sekadar program jangka pendek, tapi sebagai sistem pembelajaran hidup,” jelas Hendri.

“Dari disiplin harian, ibu-ibu belajar merencanakan masa depan, bukan hanya bertahan hari ini,” tambahnya lagi.

Dampak Nyata Bagi Negeri

Keberhasilan para ibu ini menjadi bukti nyata bahwa dampak Miss Cimory melampaui sekadar pertumbuhan bisnis, melainkan menyentuh tiga pilar strategis yang saling berkaitan.

Dimulai dari upaya memperluas distribusi akses produk bernutrisi langsung ke meja makan keluarga, program ini menciptakan fondasi kuat bagi pembangunan generasi penerus.

Bukti paling nyata terlihat tahun ini, di mana tercatat 29 anak Miss Cimory berhasil lulus Sarjana (S1), lima di antaranya merupakan anak dari pemenang penghargaan tahun ini.

“Bangga rasanya bisa bawa anaknya sampai sarjana, sekarang punya karier masing masing, dua duanya jadi guru,” ungkap Ibu Tutut asal Yogyakarta.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa nutrisi yang baik dan stabilitas ekonomi keluarga menjadi fondasi pendidikan yang berkelanjutan.

Secara makro, inisiatif ini turut mendukung agenda pemerintah dalam membangun masyarakat yang sejahtera, mandiri secara ekonomi, dan inklusif secara finansial. Hendri menegaskan bahwa pencapaian pendidikan anak-anak tersebut adalah validasi tertinggi dari jerih payah para ibu di lapangan.

“Ijazah sarjana anak-anak mereka adalah simbol kemenangan terbesar dari perjuangan para ibu yang memutus rantai kemiskinan antar generasi,” tegas Hendri.

“Kemandirian seorang ibu juga bisa memastikan pembangunan bangsa dimulai dari rumah,” ujarnya.

Memasuki 2026, Cimory membuka kesempatan bagi lebih banyak ibu rumah tangga untuk bergabung dalam program Miss Cimory. Pendaftaran dapat dilakukan melalui Cimory.com, akun Instagram @misscimory.id, atau dengan mengunjungi Cimory Center terdekat.

Dari teras rumah, para ibu ini membuktikan bahwa masa depan keluarga tidak selalu dibangun di ruang rapat melainkan lewat disiplin, keberanian, dan keputusan finansial yang diambil setiap hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.