Usai Pengakuan Kakek Suderajat Ditendang dan Dipukul Viral, Aparat Minta Diselesaikan Kekeluargaan
January 28, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id - Pengakuan Kakek Suderajat penjual es kue jadul dipukul dan ditendang oknum aparat viral di media sosial.

Penganiayaan itu dilakukan oleh oknum TNI dan Polisi yang menudinng kakek Suderajat menjual es berbahan spons tidak layak makan.

Setelah kejadian itu, kakek Suderajat mengaku trauma dan belum berjualan lagi.

“Ditonjok dan disabet bahu kanannya pakai selang sama sepatu ditendang,” cerita kakek Suderajat, Selasa (27/1/2026) dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.com.

“(Disabetnya) sama tentara. Ditendang juga, bangun lagi, bangun lagi, (ditendang) sama tentara,” sambungnya.

Akibat kejadian tersebut, Kakek Suderajat mengalami luka pada bagian bahu kanan dan pipi.

Baca juga: Sosok Kombes Abdul Waras yang Beri Motor Kakek Suderajat Usai Viral Tuduhan Es Gabus Pakai Spons

Dituduh Jual Es Spons

Peristiwa ini bermula saat Suderajat berangkat pukul 04.00 WIB untuk mengambil stok es gabus di Depok Lama menuju Kemayoran, Jakarta Pusat.

Saat berjualan, ia digeruduk sekelompok orang yang menuduh dagangannya berbahaya.

“Pertama (mereka) datang beli es kue, terus es-nya dibejek-bejek. Kata bapaknya itu es racun,” ungkap Suderajat.

Dagangannya dituduh mengandung spons, beracun, basi, hingga teksturnya disebut mirip kapas bedak.

Kakek Suderajat bahkan mengaku wajahnya dilempari es yang sudah hancur hingga matanya sakit.

Meski telah berusaha menjelaskan bahwa es tersebut berbahan asli, pembelaannya diabaikan.

Akibatnya, Suderajat mengalami trauma mendalam dan berhenti berjualan sementara waktu.

“Sudah tiga hari belum jualan, takutnya saya dikeroyokin pas ke Kemayoran,” jelasnya.

Video Viral Dipaksa Makan Es Sendiri

Kejadian ini semakin memanas setelah video keterlibatan Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo beredar luas.

Dalam video tersebut, dua aparat itu memberikan vonis sepihak tanpa hasil laboratorium.

“Intinya ini enggak boleh dimakan. Ternyata nih bahannya dari spons. Spons dikasih sirop-sirop,” ujar Aiptu Ikhwan dalam video tersebut.

Bahkan, terdapat potongan video yang menunjukkan Serda Heri memaksa Suderajat memakan es dagangannya sendiri dengan nada keras.

“Kalau dimakan sama anak-anak kecil ini bikin penyakit,” tegas Heri dalam rekaman tersebut.

Setelah kejadian itu, es kue jadul buatan Kakek Suderajat dilakukan pemeriksaan oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya.

Hasilnya, seluruh sampel es gabus milik Suderajat dinyatakan aman dan layak dikonsumsi.

TNI AD Minta Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Menanggapi kegaduhan ini, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menyatakan bahwa peristiwa tersebut adalah kesalahpahaman.

Pihaknya berupaya menemui Suderajat untuk mediasi.

"Adapun langkah-langkah yang telah diambil yaitu berusaha menemui pedagang es atas nama Bapak Sudrajat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan melalui jalur dialog yang sejuk," kata Donny dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).

Donny berharap polemik ini tidak berbuntut panjang pada tuntutan hukum.

“Diharapkan tidak ada tuntutan atau konflik berkepanjangan yang timbul setelah pertemuan tersebut,” pungkasnya.

Menurut Donny tindakan ini hanya bentuk kesalahpahaman.

"Berdasarkan verifikasi di lokasi kejadian, peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman antara aparat keamanan, dalam hal ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan warga," ungkapnya.

Sementara itu, saat ini, Aiptu Ikhwan tengah menjalani pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Metro Jaya atas tindakan yang menimbulkan keresahan masyarakat tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.