PTPN IV Alokasikan 30 Hektare Lahan bagi Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang
January 28, 2026 06:39 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mengalokasikan lahan seluas 30 hektare untuk mendukung penanganan warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. 

Lahan tersebut disiapkan untuk kebutuhan hunian sementara, hunian darurat, hingga hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, menyampaikan hal itu saat meninjau hunian sementara (huntara) di Desa Simpang Empat Opak, Kecamatan Karangbaru, Rabu (28/1/2026). 

Kunjungan tersebut dilakukan bersama CEO Benih Baik, Andy F Noya, serta perwakilan pemerintah daerah dan relawan.

“Hari ini kami bersama Benih Baik datang langsung ke huntara Aceh Tamiang. Selain memastikan kebutuhan dasar warga, kami juga membuka sekolah alam agar anak-anak yang belum bisa kembali ke sekolah tetap bisa belajar,” ujar Jatmiko.

Menurutnya, PTPN IV dan Benih Baik telah lama menjalin kerja sama dalam berbagai program sosial.

Ketika banjir melanda Aceh Tamiang, kolaborasi tersebut kembali digerakkan untuk mendukung pemulihan warga terdampak.

Selain kegiatan belajar, anak-anak di huntara juga menerima bantuan sepatu.

 Jatmiko menilai keberlangsungan pendidikan menjadi hal penting agar anak-anak tidak kehilangan ritme belajar di tengah kondisi pengungsian.

Ia menambahkan, upaya pemulihan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Dukungan juga diarahkan pada kegiatan keagamaan dan sosial agar warga pengungsi tetap terhubung dengan masyarakat sekitar, termasuk melalui kegiatan Tempat Pengajian Alqur’an (TPA) dan agenda keagamaan selama bulan Ramadhan di masjid sekitar huntara.

“Warga yang tinggal di sini perlu ruang untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan layak. Pendidikan, ibadah, dan kebersamaan dengan masyarakat sekitar harus tetap berjalan,” katanya.

Baca juga: Pemerintah Aceh Sambut Baik Bantuan 1,2 Juta PIN E-Learning untuk Siswa Korban Bencana

Sementara itu, CEO Benih Baik Andy F Noya mengatakan kehadiran Benih Baik bertujuan mendukung langkah PTPN IV dan pemerintah daerah dalam membantu warga bangkit dari dampak banjir, terutama dari sisi psikologis.

“Yang kami jaga adalah agar masyarakat merasa diperhatikan dan tidak sendirian. Anak-anak tetap belajar, warga tetap punya harapan untuk menata ulang hidup mereka,” kata Andy.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat menjadi kunci dalam proses pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang.

Hingga kini, warga terdampak banjir masih menempati hunian sementara sambil menunggu proses pemulihan dan pembangunan hunian yang lebih permanen. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.