Sawah Rusak Dihantam Banjir, Pemerintah Segera Lakukan Perbaikan
January 28, 2026 06:39 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen 

SERAMBINEWS.COM - Banjir yang melanda Kabupaten Bireuen menyebabkan kerusakan lahan persawahan seluas 4.731,79 hektar. Data geospasial menunjukkan kerusakan terjadi akibat banjir dan tanah longsor. 

Pemerintah bersama kelompok tani akan segera melakukan perbaikan agar sawah kembali bisa ditanami padi.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi SE MM, menjelaskan, kerusakan sawah terbagi dalam tiga kategori. Sawah rusak berat mencapai 1.323,07 hektar, rusak sedang 672,12 hektar, dan rusak ringan 2.736,60 hektar. 

“Sawah rusak sedang dan ringan akan segera dibantu pemerintah pusat untuk perbaikan,” kata Mulyadi, Rabu (28/1/2026).

Menurut dia, dana perbaikan tersedia untuk 672 hektar sawah rusak sedang dan 1.700 hektar dari total 2.736 hektar sawah rusak ringan. Perencanaan perbaikan dilakukan tim Provinsi Aceh bekerja sama dengan Universitas Malikussaleh (Unimal). 

Target rampung

Targetnya, perencanaan rampung sebelum bulan puasa sehingga musim gadu atau April mendatang sawah sudah bisa ditanami.

Pelaksanaan perbaikan dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani. “Anggaran hanya Rp 13 juta per hektar, tidak cukup untuk seluruh pekerjaan. 

Karena itu, partisipasi petani sangat diharapkan,” ujar Mulyadi. Ia menambahkan, jika dikerjakan pihak ketiga dikhawatirkan batas sawah tidak jelas dan penanganan tidak optimal.

Untuk sawah rusak berat, pemerintah pusat masih mengkaji langkah penanganan. 

Salah satu kendala adalah lumpur tebal di kawasan Cot Ara yang sulit dibuang karena saluran irigasi Pante Lhong juga mengalami kerusakan. 

Bendungan irigasi tersebut kini mulai diperbaiki dan diharapkan segera selesai agar pasokan air kembali normal.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.