Aprem Sosok Dibalik Kesuksesan Sempayang Masuk Desa Prestasi di Kaltara, Sarjana Teologi Hobi Mesin
January 28, 2026 05:32 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU-Desa Sempayang, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) kini dikenal berkat inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang berhasil menembus kancah nasional pada tahun 2024.

​Nama Desa Sempayang ini kembali harum setelah Gubernur Kaltara Zainal Paliwang menyebutkan masuk dalam daftar 3 desa paling berprestasi di Kaltara pada peringatan Hari Desa Nasional  se-Kaltara di Mentarang, Malinau, Rabu (28/1/20026). 

Di balik kesuksesan Desa Sempayang tersebut, ada sosok Aprem, Kepala Desa Sempayang yang memiliki latar belakang unik. ​Pria yang sudah 7 tahun menjabat sebagai Kades tersebut sejatinya merupakan seorang lulusan pendidikan keagamaan.

​Aprem merupakan penyandang gelar Sarjana Teologi (S.Th), namun kesehariannya justru akrab dengan peralatan bengkel.

Baca juga: Gubernur Kaltara Zainal Pukul Gong, Tandai Hari Desa Nasional di Pulau Sapi Malinau Resmi Dibuk 

​"Pendidikan saya Teologi, jauh sekali dari dunia mesin. Tapi saya punya ketertarikan dan hobi di sana," ungkap Aprem saat ditemui TribunKaltara.com pada peringatan Hari Otonomi Desa se-Kaltara di Malinau, Rabu (28/1/2026).

​Keahlian mekanik yang dimiliki pria kelahiran 1979 ini didapatkan secara otodidak.
​Bagi Aprem, menciptakan alat pertanian adalah bentuk pelayanan nyata untuk memudahkan beban kerja masyarakatnya.

​"Saya melihat petani kita bekerja sangat berat di lapangan, jadi saya berpikir bagaimana hobi saya ini bisa membuat pekerjaan mereka jauh lebih mudah," jelasnya.

Tentunya inovasi yang dikembangkan bersama tim Posyantek desa ini berbuah manis dengan raihan predikat Juara 1 Tingkat Nasional kategori inovasi desa.
​Saat ini, Desa Sempayang tengah mengejar target produksi jagung hingga 100 ton per tahun melalui sentuhan teknologi tersebut.

​Aprem membeberkan, visi ke depan bukan lagi sekadar menjual bahan mentah, melainkan fokus pada hilirisasi produk.

Baca juga: Ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Otonomi Desa Tingkat Kaltara di Pulau Sapi Malinau

​"Ke depan, target kita adalah produk jadi. Bukan cuma jual jagung pipil, tapi kita siapkan dalam bentuk kemasan," katanya.

​Pria yang merintis karier dari Ketua RT pada 2017 ini berharap Desa Sempayang bisa menjadi contoh kemandirian desa di Kabupaten Malinau.

​Baginya, pengakuan nasional hanyalah bonus dari kerja keras memajukan ekonomi warga melalui kreativitas dan hobi yang ditekuni.

Beberapa inovasi hasil kerja yang dikenal di Malinau adalah TTG Mesin sederhana mulai dari pencacah pakan, traktor pembajak sawah hingga pemipil jagung.

​(*)

​Penulis: Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.