FEATURE: Pulau Nuse di Rote Ndao Diserbu Pengunjung, Mencium Aroma Segar di Padang Janda 
January 28, 2026 06:45 PM

POS-KUPANG.COM, BA'A - PULAU Nuse, sebuah pulau kecil di Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao, belakangan ini ramai dikunjungi wisatawan.  Daya tariknya bukan hanya laut biru yang jernih, tetapi juga hamparan padang rumput berbunga ungu yang dikenal dengan nama Padang Janda.

Untuk mencapai Pulau Nuse, perjalanan dimulai dari Kota Ba'a menuju Pantai Tongga dengan kendaraan darat selama sekitar 40-50 menit. Dari Pantai Tongga, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu nelayan yang disewa dengan waktu tempuh sekitar 15-20 menit. 

Sepanjang perjalanan, mata pengunjung dimanjakan birunya laut yang jernih. Namun, perjalanan laut ini sangat bergantung pada kondisi pasang surut air laut, sehingga waktu berlayar harus diperhitungkan dengan baik.

Pulau Nuse tidak terlalu luas. Mengelilingi pulau ini hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Pulau ini dihuni sekitar 115 kepala keluarga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. 
Fasilitas umum di pulau tersebut masih terbatas, hanya terdapat satu sekolah dasar, gereja dan puskesmas pembantu.

Selain pantai berpasir putih dan hasil laut yang melimpah seperti ikan dan gurita bahkan terdapat pabrik pengolahan gurita, Pulau Nuse juga memiliki area snorkeling yang menarik. 

Namun, yang kini paling menyita perhatian adalah Padang Janda, hamparan padang rumput yang dipenuhi bunga berwarna ungu. Bunga tersebut bernama Gomphrena globosa atau dikenal juga sebagai bunga kenop. 

Tanaman ini tumbuh membentuk rumpun rapi dengan daun hijau. Saat mekar, bunganya berwarna ungu cerah dan perlahan berubah menjadi ungu gelap. Warna ungu inilah yang menjadi asal-usul penamaan Padang Janda, karena dalam kiasan masyarakat setempat, warna ungu sering diasosiasikan dengan "janda."

Kepala Desa Nuse, Hesron Pasole mengaku bukan hal lumrah saat musim penghujan usai, desanya tiba-tiba menjadi tujuan wisata. Menurutnya, warga dari berbagai daerah datang hanya untuk berfoto dan menikmati keindahan bunga yang tumbuh liar tersebut.

"Ini pertama kalinya Desa Nuse dapat kunjungan sebanyak ini. Perahu-perahu nelayan sampai bolak-balik menjemput orang yang mau lihat bunga," kata Hesron, Senin (26/1).

Ia menyebutkan, dalam satu hari jumlah pengunjung bisa mencapai ratusan orang. Namun, mobilisasi pengunjung kerap terkendala pasang surut air laut. Jika air mulai surut, perahu tidak bisa beroperasi karena berisiko kandas.

Hesron menjelaskan, bunga tersebut tumbuh setiap tahun. Namun pada 2021 lalu, jumlahnya tidak sebanyak sekarang, diduga akibat dampak Siklon Tropis Seroja. 

Melihat antusiasme pengunjung, pemerintah desa mulai merencanakan pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata. "Kami rencana bangun tempat wisata di lokasi itu. Di dekatnya ada pantai pasir putih, tempat pengolahan cumi-cumi, hamparan padang luas dan hutan bakau," kata Hesron. 

Tahun lalu, pemerintah desa telah membangun beberapa lopo di pinggir pantai menggunakan dana desa agar pengunjung bisa bersantai menikmati panorama alam Pulau Nuse.

Salah satu pengunjung, Mayana Saleky, warga Rote Ndao, mengaku mengetahui Padang Janda dari media sosial. Foto-foto yang beredar di Facebook dan WhatsApp membuatnya tertarik untuk berkunjung. "Teman-teman posting foto dengan caption Padang Janda Desa Nuse. Itu yang bikin tertarik," tuturnya.

Menurut Putri Remaja Literasi Budaya Indonesia Tahun 2025 ini, biaya untuk menikmati keindahan Pulau Nuse tergolong terjangkau. Ongkos perahu Rp 25.000 per orang sekali jalan, sehingga pulang-pergi hanya Rp 50.000. "Kurang lebih 25 menit sudah sampai dan dari jauh warna ungu sudah kelihatan karena bunganya sangat banyak," ungkapnya.

Kabid Promosi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rote Ndao, Bambang H Basuseno menerangkan, warga Nuse yang mengantar pengunjung menggunakan perahu. Para pemilik perahu sepakat tidak menaikkan tarif meski pengunjung ramai.

"Para pemilik perahu sepakat satu harga. Kalau rombongan, biasa Rp 400.000 sampai Rp 500.000, tergantung negosiasi," pungkasnya.

Menurut Bambang, keindahan Padang Janda di Pulau Nuse menjadi bukti bahwa pesona alam yang tumbuh alami mampu menarik perhatian banyak orang, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan wisata desa. (rio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.