Pemprov Kepri Surati Dirut PT Garuda Indonesia, Ajukan Tiga Poin Sebagai Bahan Pertimbangan
January 28, 2026 11:25 PM

TRIBUNBATAM.id, KEPRI  -  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) mengirim surat permohonan keberlanjutan layanan maskapai Garuda Indonesia di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. 

Surat tersebut di kirimkan pemerintahan sejak Selasa (6/1/2026) lalu.

Surat dengan nomor B/500.11/12/DISHUB-SET/2026 tersebut ditujukan kepada Direktur Utama PT.Garuda Indonesia Airlines (Persero) Tbk. 

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Garuda Indonesia Airlines (Persero) Tbk dalam mendukung konektivitas transportasi udara nasional, khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik geografis di Kepri. 

"Kami berharap PT Garuda Indonesia Airlines (Persero) Tbk dapat terus melayani dan mempertahankan operasional penerbangan di Bandara Raja Haji Fisabilillah Kota Tanjungpinang," kata Ansar, belum lama ini.

Langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap konektivitas wilayah, pelayanan pemerintahan, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah.

Sehubungan dengan hal tersebut, bersama ini disampaikan kepada Bapak Dirut. PT Garuda Indonesia hal-hal sebagai berikut :

1. Kota Tanjungpinang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau yang menjadi pusat pemerintahan dan administrasi, tempat beroperasinya berbagai instansi pemerintah pusat maupun daerah. Mobilitas aparatur negara, kegiatan koordinasi lintas sektor, serta pelayanan publik strategis sangat bergantung pada ketersediaan akses transportasi udara yang andal dan berkelanjutan.

2. Pulau Bintan telah berkembang sebagai destinasi wisata internasional yang strategis dan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.Keberadaan penerbangan Garuda Indonesia di Tanjungpinang berperan penting dalam meningkatkan aksesibilitas, kenyamanan, serta citra pariwisata Provinsi
Kepulauan Riau di tingkat nasional maupun internasional.

3. Pulau Penyengat merupakan pusat sejarah dan heritage Melayu yang memiliki
nilai budaya dan sejarah nasional. Dukungan transportasi udara yang memadai akan memperkuat pengembangan kawasan heritage tersebut sebagai destinasi
wisata sejarah dan budaya yang berkelanjutan. 

Sebelumnya, Ansar menyampaikan, beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura susah bertemu langsung dengan  Direktur Utama (Dirut) Garuda di Jakarta. 

"Hasilnya saat ini masih di pertimbangan kembali," kata Ansar.

Gubernur Ansar menyampaikan, akan melakukan sejumlah upaya untuk mendukung rating yang kini sudah berada di 70 persen menjadi 80 persen. "Kita dari Pemerintah Provinsi Kepri siap mendukung langkah itu," akunya. 

Caranya, pemerintah akan perbanyak event di Tanjungpinang, Bintan agar wisatawan datang ke Kepri via Bandara RHF.

"Kita coba menyesuaikan Standar Satuan Harga (SSH) pegawai yang ada di Kota Tanjungpinang, dan Pemprov Kepri agar terpenuhi saat naik Garuda," jelas Ansar. 

Maka sekarang SSH akan dinaikan, agar mereka bisa membeli tiket, sehingga Garuda bisa menjadi pilihan para pegawai.

"Kita himbauan juga kepada pegawai di Tanjungpinang dan Bintan agar naik Garuda. Mereka juga harus berangkat lewat Bandara RHF Tanjungpinang jangan lewat Batam," ketus Gubernur. 

Ansar berharap Tanjungpinang menjadi ibu kota Provinsi Kepri, sehingga Garuda memberikan perhatian sungguh-sungguh dan tetap layani penumpang ke RHF Tanjungpinang. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.