Di Tengah Ancaman AS, Vietnam dan Uni Eropa Tingkatkan Hubungan Diplomatik
kumparanNEWS January 29, 2026 06:38 PM
Vietnam dan Uni Eropa meningkatkan level hubungan diplomatik ke tingkat tertinggi, Kamis (29/1). Kedua pihak sepakat memperluas kemitraan internasional di tengah gejolak global.
Kesepakatan ini mayoritas bersifat diplomatik dan tidak mengikat. Namun, kesepakatan menjalin kemitraan yang lebih mendalam dilakukan saat kedua pihak menghadapi kenaikan bea masuk atas ekspor ke AS.
“Peningkatan ini adalah tonggak bersejarah yang menggarisbawahi pencapaian luar biasa yang dibuat kedua pihak,” ucap Presiden Vietnam Luong Cuong usai pertemuan dengan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa di Hanoi, seperti dikutip dari AFP.
Costa juga memuji kesepakatan yang dicapainya di ibu kota Vietnam tersebut.
“Ini menyoroti pentingnya apa yang kami berikan terhadap kawasan ini dan peran Vietnam yang makin meningkat,” tutur Costa.
“Pada saat tatanan internasional berbasis aturan terancam dari berbagai pihak, kita perlu mulai berdiri berdampingan sebagai mitra yang dapat diandalkan dan dapat diprediksi,” tambah Costa.
Adanya peningkatan ini berarti semakin rutinnya pertemuan pejabat tinggi kedua belah pihak di masa mendatang. Selain dengan Uni Eropa, Vietnam terlebih dulu menjalin kesepakatan serupa dengan Amerika Serikat, China, dan Rusia.
Menurut pernyataan bersama yang diteken Kamis ini, Vietnam dan Uni Eropa sama-sama sepakat menggali dan memperdalam kerja sama di berbagai sektor, termasuk pertahanan, mineral penting, semikonduktor, transportasi, dan infrastruktur komunikasi.
Meski demikian, Costa mengakui masih ada perbedaan pandangan mendalam antara Uni Eropa dan Vietnam. Salah satunya mengenai HAM dan perang Ukraina. Vietnam dikenal sebagai mitra lama Rusia, negara yang menyerang Ukraina.
“Kedua pihak sepakat untuk mendukung multilateralisme dan prinsip-prinsip kemerdekaan, integritas teritorial, dan kedaulatan,” ujar Costa.