Laporan Reporter TribunFlores.Com, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE- Kebakaran menghanguskan tiga rumah warga di Kampung Lebi, Desa Numba, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (29/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Peristiwa itu terjadi saat sebagian besar penghuni rumah masih tertidur.
Api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah. Karena jarak antar rumah berdekatan dan sebagian besar bangunan berbahan kayu, api dengan cepat merambat dan membakar bangunan lain di sekitarnya.
Salah seorang warga, Simplisius Ola, mengatakan dirinya terbangun setelah melihat kobaran api sudah membesar.
“Saya langsung berteriak memanggil pemilik rumah dan warga sekitar supaya segera menyelamatkan diri,” ujar Simplisius, Kamis pagi.
Baca juga: Hilang Kendali, Truk Sembako Terguling di Trans-Flores Manggarai Barat NTT
Ia menjelaskan, ketiga rumah yang terbakar merupakan rumah panggung dengan dinding pelupu. Kondisi itu membuat api mudah menjalar dan menghanguskan seluruh bangunan dalam waktu singkat.
“Jam-jam itu semua masih tertidur. Api cepat sekali merambat karena rumah bersebelahan,” katanya.
Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak berhasil.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Sejumlah barang berharga milik warga, termasuk uang tunai, emas, dan dokumen penting, dilaporkan ikut terbakar.
Baca juga: Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Uang Rp 500 Juta Milik Ibe Mart Bajawa di Nagekeo
Tiga bangunan rumah milik dua kepala keluarga, yakni Agustinus Hermus Gare dan Albertus Ada, mengalami kerusakan total. Luas area terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 100 meter persegi. Nilai kerugian masih dalam pendataan.
Ketua Gerakan Ende Baru (GEB), Bertolomeus Betu Rati, meminta Pemerintah Kabupaten Ende, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan memberikan bantuan darurat kepada para korban.
“Warga korban kebakaran saat ini kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Pemerintah perlu segera hadir untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” kata Bertolomeus.