TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Pemerintah Desa (Pemdes) Salupangkang IV, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), merespons laporan warga terkait dugaan adanya Orang Tak Dikenal (OTK) yang kerap menghentikan pengendara di jalan penghubung Desa Waeputeh–Salupangkang IV pada malam hari.
Hal ini ditegaskan Kepala Desa Salupangkang IV, Muhammad Arif, saat ditemui di kediamannya di Desa Salupangkang IV, Kecamatan Topoyo, Jumat (30/1/2026).
Kades menegaskan akan mengambil langkah cepat setelah menerima keluhan warga yang kerap melintas di lokasi tersebut.
Baca juga: Desa Salupangkang IV Mateng Dirikan Peternakan Rp140 Juta untuk Tambah PADes, Ternak 11 Kambing
Baca juga: Cegah Banjir, Excavator Long Arm Diterjunkan Normalisasi Sungai di Salupangkang IV Mamuju Tengah
“Saya akan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas,” tegas Kades dengan mimik serius.
Menurutnya, langkah penanganan harus segera dilakukan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia juga menyebutkan, kejadian serupa pernah terjadi beberapa bulan lalu.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap berhati-hati, sembari mencari solusi cepat bersama pihak keamanan.
Armawiah, warga yang menjadi korban pengejaran, mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WITA, Kamis (29/1/2026).
Saat itu, ia baru saja pulang dari Desa Tumbu bersama suaminya.
Ketika hendak menuju rumahnya di Desa Salupangkang IV, ia dikejutkan oleh seorang OTK yang menahannya berhenti di jalan penghubung Salupangkang IV–Waeputeh.
OTK tersebut menggunakan sepeda motor dengan kondisi mesin menyala, namun berhenti di tengah ruas jalan sambil berteriak “oiii” beberapa kali.
Karena merasa curiga dan takut, Armawiah meminta suaminya mengabaikan permintaan tersebut dan melajukan sepeda motor.
“Tidak tahu begal atau apa, tapi saat saya bilang ke bapak (suami) untuk tancap gas, justru orang itu ikut mengejar kami,” tutur Armawiah dengan nada cemas, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, kondisi jalan saat itu sepi dengan kiri kanan jalan berupa perkebunan kelapa sawit, sehingga menambah suasana mencekam.
Baca juga: Viral Menu MBG Basi Ditemukan di SDN 060 Mampie Polman, SPPG Tarik Penyaluran
Meski demikian, Armawiah mengaku mendapat informasi dari RT setempat bahwa terduga pelaku diduga orang mabuk usai mengonsumsi minuman keras.
Namun, ia tidak sepenuhnya percaya dengan informasi tersebut.
“Kalau hanya orang mabuk, kenapa sampai mengejar kami,” katanya.
Selain itu, Armawiah juga mengaku pernah mendengar informasi dari warga lain bahwa sudah ada beberapa orang mengalami kejadian serupa.
“Tapi saya juga tidak tahu pasti di titik mana mereka ditahan, katanya masih di jalan menuju Salupangkang IV,” pungkasnya. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah