TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto mengungkapkan tersangka utama penikaman yang terjadi di Kampung Pancurang, Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulut, Selasa (27/1/2026) telah ditangkap.
"Kevin terduga pelaku yang menikam Mario dan Edwin sudah ditangkap beberapa waktu lalu," ujar Kasat Reskrim, saat dikonfirmasi via whatsapp, Sabtu (31/1/2026).-
Kata Elwin, terduga pelaku saat ini sedang ditahan di Polresta Manado untuk menjalani proses hukum.
"Setelah Mario dan Edwin keluar dari Rumah sakit baru kita minta keterangan," ujarnya.
Menurutnya, untuk motif terjadi penikaman ini masih didalami oleh penyidik.
"Dugaan sementara karena kesalahpahaman, tapi nanti kita akan gali lebih dalam lagi," ungkapnya.
Kasat pun menegaskan akan mengutus kasus ini sampai selesai dan dipastikan para terduga pelaku diproses sesuai hukum.
"Yang pasti ada dua laporan dalam satu kejadian kita pasti akan proses," pungkasnya.
Mario datang di pesta tersebut dikarenakan pesta itu adalah pernikahan temannya.
Saat itu Mario sedang duduk di sekitar lokasi acara pernikahan dengan beberapa temannya sambil berpesta miras.
Tak lama kemudian datang lelaki Kevin yang saat itu sudah dalam keadaan di bawah pengaruh alkohol, langsung duduk dan bergabung bersama Mario.
Kevin tersinggung dengan tatapan mata dari seorang teman Mario. Kemudian terjadi cek-cok antara Kevin dan teman dari Mario.
"Kevin yang saat itu memang sudah membawa pisau langsung menusukkan pisaunya ke dada lelaki Edwin, tikaman tersebut tepat mengenai dada kirinya.
Melihat hal tersebut lelaki Mario langsung berdiri dan berusaha melerai, namun lelaki Mario juga di serang oleh lelaki Kevin dan akibatnya lelaki Mario mendapat luka tikaman di rusuk sebelah kirinya," jelas Elwin saat diwawancarai Tribun Manado Com, di ruangannya.
Kata Elwin, tidak terima atas perbuatan Kevin tersebut, Mario langsung kembali ke rumahnya dan mengambil sebilah pisau dapur kemudian kembali ke lokasi perkelahian awal.
Sesampainya lelaki Mario dilokasi tersebut, ternyata Kevin sudah tidak terlihat.
Lalu Mario kemudian bertanya ke beberapa orang yang ada di lokasi tentang keberadaan Kevin, namun tiba-tiba korban Fikhy Jerro Mamonto datang dan langsung memukul dengan tangan terkepal ke arah wajah pelaku Mario dan tepat mengenai hidungnya sampai mengeluarkan darah.
Akibatnya Mario langsung membalas perlakuan korban Fikhy dengan menikam korban beberapa kali hingga korban lelaki langsung roboh.
"Kemudian keluarga dan rekan rekan korban langsung membawa korban ke RS Pancaran Kasih, begitu juga dengan Mario saat itu langsung pergi juga ke RS Pancaran Kasih untuk mengobati luka," ungkapnya.
Elwin mengungkapkan tidak berapa lama kemudian petugas menerima informasi bahwa korban telah meninggal dunia.
"Petugas langsung mengamankan lelaki Mario yang sedang menjalani perawatan di RSUP Prof Kandouw Malalayang," tandasnya.
Elwin menambahkan ada dua laporan yang masuk di Polresta Manado dalam satu peristiwa.
"Kita akan proses nanti akan minta keterangan saksi-saksi," pungkasnya.
Baca juga: Pengendara Diduga Mabuk, Mobil Brio Tabrak Motor saat Melambung, Saksi: Dalam Mobil Ada 1 Dus Bir
Polresta Manado memastikan akan memproses kasus penikaman berujung maut yang terjadi di Kampung Pancurang, Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulut, Selasa (27/1/2026) sesuai dengan hukum yang berlaku.
Fikhy Jerro Mamonto (29), seorang pelaut warga Kelurahan Singkil Satu, tewas dalam kasus ini.
Pelakunya bernama Mario, sampai saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat mengalami luka tusuk.
Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto saat dikonfirmasi mengatakan terduga pelaku Mario baru saja selesai menjalani operasi.
"Sampai saat terduga pelaku masih di rumah sakit Prof Kandou Manado," ujar Elwin saat dikonfirmasi via whatsapp, Sabtu (31/1/2026).
Elwin menjelaskan anggota Resmob terus berjaga di rumah sakit dan menuggu sampai Mario dipindahkan ke RS Bhayangkara Manado.
"Kalau sudah mulai membaik kita akan bantarkan ke RS Bhayangkara sampai kodisi Mario membaik baru kita bawa ke Polresta," jelasnya.
Menurutnya, Mario dirawat bersama seorang saksi bernama Edwin yang juga menjadi korban dalam peristiwa ini.
"Kalau saksi juga sudah membaik kita juga akan minta keterangan," tuturnya.
Mantan Kapolsek Malalayang ini memastikan terduga pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Kita pasti akan proses sesuai hukum yang berlaku, apalagi sudah ada korbannya," tegasnya.
Sosok korban penikaman di wilayah Kota Manado, Sulawesi Utara.
Kejadian tragis ini tepatnya terjadi di Kampung Pancurang, Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulut, Selasa (27/1/2026) dini hari pukul 02.30 WITA.
Korban bernama Jhero Mamonto.
Jhero Mamonto merupakan warga Kelurahan Singkil Satu, Manado.
Jhero Mamonto bekerja sebagai seorang pelaut.
Banyak ucapan duka mengalir di media sosial Facebook.
Berdasarkan penelusuran Tribun Manado Rabu 28 Januari 2026 ucapan duka dari Graciano Alessandro Giovani Moningka.
"RIP bro Jhero Mamonto. Dari konsumen ambil mobil sampai jadi teman. Keep strong ibu Meiske dan keluarga," ungkap akun tersebut.
Joice Kansil juga mengucapkan duka mendalam, "Selamat jalan Jhero Mamonto anak baik yang jadi korban penikaman," kata dia sedih.
Akun Kensy Mangaronda mengucapkan duka cita serta membagikan foto korban Jhero Mamonto.
"Rancangan Tuhan tidak seperti Rancangan manusia. Selamat jalan ade Jhero Mamonto," ucapnya.
Kemudian akun Rhanny Novilia mengucapkan duka mendalam untuk korban Jhero.
"Paman Jhero Mamonto kasian kamu meninggalkan kami semua dengan cara begini. Kalau cuma tahu brgini kamu tidak usah pulang dari kapal. Kamu ada janji kasihan ke mereka Alfaro dengan Kevin ingin jajan pas Paman terima gaji," ungkap Rhanny.
Akun Nina Yulita Bosman mengungkapkan duka mendalam dan menyebut korban sosok baik.
"Bukan main Elo, kamu cuma ada membuat sibuk hari ini kami. Kamu orang baik, kita berdua menikah kamu kasih uang," ujarnya.
Rizky Pramanto mengucapkan duka mendalam buat korban, "Kasihan Lo, Rest in Peace Brother Jhero Mamonto," katanya.
Kemudian akun Fandy Lnd, mengucapkan duka mendalam dan mengatakan korban sosok yang baik.
"Selamat jalan Jhero Mamonto semoga amal kebaikanmu akan diterima. Aku bersaksi kamu orang baik," ujarnya.
Kasus penikaman kembali mengguncang Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Selasa (27/1/2026) dini hari di Kampung Pancurang, Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil.
Dalam kejadian itu, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado Namun, nyawa korban tidak tertolong.
Insiden ini menambah daftar kasus penikaman menggunakan senjata tajam yang belakangan kerap terjadi di Kota Manado.
Hal ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menanggapi situasi tersebut, akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Eugenius Paransi, menyampaikan keprihatinannya.
Saat dihubungi melalui telepon, ia menilai kondisi keamanan di Manado, bahkan Sulawesi Utara secara umum, sudah masuk dalam kategori darurat kekerasan.
“Kota Manado saat ini sudah masuk dalam kondisi gawat darurat senjata tajam. Sulawesi Utara darurat kekerasan, termasuk pembunuhan. Situasi ini tidak aman lagi dan perlu kewaspadaan tinggi,” ujar Eugenius.
Paransi menegaskan, meningkatnya kasus penikaman dalam beberapa waktu terakhir menjadi tanda bahwa lingkungan tempat tinggal masyarakat tidak lagi sepenuhnya aman.
Oleh karena itu, upaya peningkatan keamanan harus segera dilakukan secara serius.
Menurutnya, pengamanan berbasis masyarakat atau swakarsa perlu diperkuat, disertai langkah tegas dari aparat penegak hukum.
Ia juga mendorong agar operasi pemberantasan senjata tajam terus digencarkan.
“Operasi senjata tajam harus ditingkatkan oleh petugas. Jika seseorang kedapatan membawa sajam, ada ancaman hukum yang jelas. Ini harus ditegakkan agar memberi efek jera,” tegasnya.
Ia berharap, dengan langkah pencegahan yang lebih masif dan penegakan hukum yang konsisten, angka kekerasan di Manado dapat ditekan dan rasa aman masyarakat bisa kembali terwujud.
(TribunManado.co.id/Fer)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini