Pasca IHSG Rontok, OJK Tunjuk Friderica & Hasan Gantikan Pejabat Dewan Komisioner yang Mundur
January 31, 2026 11:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menunjuk Friderica Widyasari Dewi dan Hasan Fawzi sebagai pengganti pejabat Dewan Komisioner yang mundur, Jumat (31/1/2026).

Penunjukan ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan memastikan stabilitas sektor keuangan pasca gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok tajam.

Penunjukan Pejabat Baru

  • Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK. Sebelumnya ia memimpin pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan serta edukasi konsumen.
  • Hasan Fawzi dipercaya sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon. Ia dikenal fokus pada inovasi teknologi keuangan dan aset digital.

Keputusan jabatan Pejabat Pengganti ini berlaku efektif sejak 31 Januari 2026.

"Penunjukan Anggota Dewan Komisioner Pengganti ini dilakukan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK dan merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan OJK untuk menjaga stabilitas organisasi dalam menjalankan fungsi dan tugasnya,"tulis OJK dalam siaran pers, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: IHSG Rontok, Dirut BEI Mundur, Menkeu Purbaya: Saatnya Investor Serok-serok 

Dampak bagi Publik

OJK menegaskan layanan kepada masyarakat dan koordinasi dengan pemangku kepentingan tetap berjalan optimal.

  • Pasar modal diharapkan tetap stabil meski ada pergantian pucuk pimpinan.
  • Konsumen dijamin tetap mendapat perlindungan maksimal.
  • Agenda strategis OJK akan dipertajam untuk merespons perkembangan sektor keuangan, termasuk digitalisasi dan bursa karbon.

Gelombang Pengunduran Diri

Sebelumnya, lima pejabat di BEI dan OJK mengundurkan diri pada Jumat (30/1/2026).

  • Iman Rachman, Direktur Utama BEI, mundur pada Jumat pagi sebagai bentuk tanggung jawab atas tekanan pasar.
  • Malam harinya, Mahendra Siregar (Ketua Dewan Komisioner OJK), Inarno Djajadi (Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK), dan I. B. Aditya Jayaantara (Deputi Komisioner Pengawas Emiten OJK) menyusul.
  • Beberapa jam kemudian, Mirza Adityaswara (Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK) juga menyatakan mundur.

OJK menegaskan pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan tidak mengganggu pelaksanaan tugas serta kewenangan lembaga.

IHSG Anjlok dan Penghentian Perdagangan

Gejolak pasar bermula pada Rabu (28/1/2026) setelah MSCI (Morgan Stanley Capital International) menunda rebalancing indeks saham Indonesia, terkait sorotan atas konsentrasi kepemilikan saham dan potensi manipulasi harga.

  • Rabu siang, IHSG turun 718,44 poin ke level 8.261,78 dan ditutup melemah 7,35 persen ke 8.320,56.
  • Kamis (29/1/2026), indeks sempat jatuh 10,04 persen ke 7.485,35 sebelum ditutup lebih moderat di 8.232,20.
  • Jumat (30/1/2026), IHSG mulai menguat tipis 1,18 persen ke 8.329,60 meski sempat melemah setelah pengumuman pengunduran diri pejabat BEI.

Pergantian pucuk pimpinan OJK di tengah gejolak IHSG menjadi sorotan publik. Dengan hadirnya Friderica dan Hasan, masyarakat menunggu arah baru kebijakan OJK dalam menjaga kepercayaan pasar sekaligus melindungi konsumen.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.