Perbaiki Niat Awal Puasa Ramadan 2026, Jangan Bertujuan untuk Diet, Pahala Bisa Batal
January 31, 2026 11:43 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Dalam ajaran agama Islam, puasa Ramadan adalah bentuk ibadah di bulan suci. 

Umat muslim berlomba-lomba mencari pahala kepada Allah SWT. 

Sehingga, setiap umat Muslim harus memiliki niat terbaik ketika berpuasa.

Di mana, orientasinya tak hanya untuk sekedar diet. 

Bahkan bukan menjadi tujuan utama dalam berpuasa. 

Walaupun diyakini, bahwa puasa adalah memiliki dampak yang baik bagi kesehatan. 

Lantas bisakah niat puasa untuk diet di bulan suci Ramadan? 

Pada dasarnya, puasa Ramadan bukan soal menahan lapar dan dahaga saja. 

Baca juga: Kapan Puasa 2026? Muhammadiyah Mulai 18 Februari, NU Menungu Sidang Isbat Ramadan 1447 Hijriah

Namun menjadi momentum spiritual untuk setiap Muslim mendekatkan diri pada Ilahi. 

Sehingga, perlu keikhlasan dan niat yang tulus saat menjalankannya. 

Bukan hanya berpuasa dengan tujuan diet. 

Meski begitu ada beberapa yang perlu diperhatikan saat mengawali puasa dengan niat yang tulus. 

Sebab dalam Islam, niat menjadi penentu utama diterima atau tidaknya suatu amal. 

Puasa dan Kedudukan Niat dalam Islam

Dikutip dari Grid.id, puasa adalah ibadah paling mulia dalam ajaran Islam. 

Selama kurang lebih 30 hari lamanya, umat Muslim diwajibkan berpuasa. 

Puasa Ramadhan adalah rukun Islam yang keempat. 

Ibadah ini diwajibkan bagi umat Muslim untuk menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 183-184. 

Selain itu, ibadah ini menuntut kesungguhan lahir dan batin, karena nilai ibadahnya tidak ditentukan oleh apa yang tampak, melainkan oleh niat di dalam hati. Rasulullah SAW menegaskan prinsip dasar ini melalui sabdanya, “Innamal a‘mālu binniyyāt”, yang berarti setiap amal perbuatan bergantung pada niatnya.

Al-Qur’an juga menegaskan tujuan utama puasa Ramadhan 2026, yakni membentuk ketakwaan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183. Dengan demikian, puasa tidak sekadar aktivitas fisik, tetapi sarana spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah. Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyebut niat sebagai kompas batin yang menentukan arah sebuah amal, termasuk puasa Ramadhan 2026.

Ketentuan Niat Puasa Ramadhan dalam Fikih

Para ulama sepakat bahwa niat merupakan syarat sah puasa. Dalam puasa wajib seperti puasa Ramadhan 2026, niat harus mencakup dua unsur pokok, yakni qashdul fi‘li (kesengajaan berpuasa) dan ta‘yīn (penentuan jenis puasa). Imam al-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab menegaskan bahwa puasa Ramadhan, qadha, maupun puasa wajib lainnya tidak sah tanpa niat yang jelas.

Oleh karena itu, niat seperti “saya berpuasa untuk diet” tanpa menyebut Ramadhan tidak memenuhi syarat sah puasa Ramadhan 2026. Redaksi niat yang paling sederhana adalah “aku berniat puasa Ramadhan”, sementara redaksi yang lebih sempurna mencakup unsur waktu dan keikhlasan karena Allah semata.

Puasa Ramadhan 2026 dengan Tujuan Diet: Sah atau Tidak?

Dalam praktik sehari-hari, niat diet kerap menyertai puasa Ramadhan 2026, baik disadari maupun tidak. Para ulama mengelompokkan hal ini ke dalam dua kondisi.

Pertama, sebagaimana dikutip Tribun Gorontalo, jika seseorang berniat “puasa Ramadhan sekaligus untuk diet”. 

Dalam kondisi ini, terdapat perbedaan pendapat ulama. 

Namun pendapat yang lebih kuat menyatakan puasa tetap sah selama niat Ramadhan disebutkan secara jelas dan tidak tergeser oleh tujuan lain.

Kedua, niat puasa Ramadhan 2026 dilakukan sesuai kaidah fikih, sementara tujuan diet hanya hadir sebagai motivasi tambahan. 

Dalam kondisi ini, para ulama sepakat bahwa puasa tetap sah karena rukun dan syarat niat telah terpenuhi. Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu menegaskan bahwa motif tambahan tidak membatalkan ibadah selama tidak merusak niat utama.

Bagaimana Dampaknya terhadap Pahala?

Jika keabsahan puasa Ramadhan 2026 relatif tidak diperselisihkan, maka persoalan pahala menjadi ruang diskusi yang lebih luas. Al-Zarkasyi dan Izzuddin bin Abdissalam berpendapat bahwa ibadah yang dicampuri kepentingan duniawi tidak menghasilkan pahala secara mutlak.
 
Namun Imam al-Ghazali mengambil posisi moderat. Menurutnya, nilai pahala ditentukan oleh motivasi dominan dalam hati. Jika dorongan ibadah lebih kuat, pahala tetap diperoleh. Jika tujuan duniawi lebih dominan, pahala gugur. Jika seimbang, maka saling meniadakan. Pendapat ini banyak dianut ulama Syafi’iyyah dan dikuatkan oleh Imam al-Ramli.

Sementara itu, Ibnu Hajar al-Haitami berpendapat lebih longgar. Ia menilai pahala puasa Ramadhan 2026 tetap mengalir sesuai kadar niat ibadah, selama tidak disertai riya’ dan niat ibadah tetap ada.

Manfaat Kesehatan Puasa Ramadhan 2026

Manfaat puasa bagi kesehatan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Ibn Qayyim al-Jauziyyah dalam Zad al-Ma‘ad menyebut puasa sebagai sarana menyeimbangkan tubuh dan mencegah penyakit. Bahkan ahli gizi Feda Alkilani dari American Wellness Center Dubai menyebut puasa Ramadhan sebagai bentuk puasa intermiten alami yang efektif untuk menurunkan berat badan, asalkan pola makan dijaga.

Namun Islam menegaskan agar manfaat kesehatan tidak menggeser orientasi utama puasa Ramadhan 2026 sebagai ibadah. Diet boleh menjadi dampak sampingan, tetapi bukan tujuan utama.

Pola Makan dan Olahraga Saat Puasa

Agar tujuan kesehatan tercapai tanpa mengurangi nilai ibadah puasa Ramadhan 2026, para ahli menyarankan fokus pada kualitas makanan dan olahraga yang tepat. James Appleton, instruktur olahraga di Dubai, menyebut waktu terbaik berolahraga adalah setelah sahur atau setelah berbuka puasa.

Dikutip Kompas.com, Sabtu (31/1/2026), kesalahan umum yang membuat berat badan justru naik selama puasa Ramadhan 2026 antara lain makan berlebihan, konsumsi makanan tinggi gula dan gorengan, kurang tidur, serta minim aktivitas fisik. Ahli gizi Yasmine Haddad dan Farah Hillou juga menekankan pentingnya tidur cukup, menghindari minuman manis, serta menjaga konsistensi waktu makan.

Menu Sehat Saat Buka Puasa

Untuk mendukung kesehatan selama puasa Ramadhan 2026, Feda Alkilani menyarankan menu buka puasa yang seimbang. Konsumsi buah dan sayur beragam warna, karbohidrat kompleks, protein bervariasi, produk susu, serta lemak sehat seperti alpukat dan minyak zaitun sangat dianjurkan. Hidrasi juga penting dengan minum air secara bertahap setelah berbuka.

Puasa Ramadhan 2026 dengan niat diet tidak membatalkan ibadah selama niat utamanya adalah ketaatan kepada Allah. Namun kualitas pahala sangat ditentukan oleh dominasi niat dalam hati. Ramadhan menjadi momentum muhasabah untuk meluruskan orientasi hidup.

Berharap sehat bukanlah kesalahan, selama tujuan utama tetap ibadah. Di situlah keindahan Islam tampak.

Ibadah yang tulus mampu menghadirkan manfaat dunia dan akhirat sekaligus. Dengan niat yang lurus, puasa Ramadhan 2026 tidak hanya menjaga tubuh, tetapi juga menjaga hati agar tetap bernilai di sisi Allah. (*)

(Grid.id) (TribunnewsSultra.com/Desi Triana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.