Julian Johan, pria yang akrab disapa Jeje ini berhasil mencatatkan sejarah sebagai pereli Indonesia yang menyentuh garis finis Rally Dakar 2026 di Yanbu, Arab Saudi.
Mengendarai Land Cruiser 100-- sebuah legenda dari tahun 2000-an--Jeje membuktikan manifestasi itu nyata; dari hanya memegang diecast, kini ia memegang piala asli di garis finis reli terganas di Bumi.
Menariknya, Toyota Land Cruiser 100 yang digunakan Jeje untuk balap Reli Dakar tersebut merupakan mobil yang pernah mengantarkan tim Toyota Jepang meraih gelar juara Rally Dakar pada awal era 2000-an. Setelah itu, mobil ini diakuisisi oleh Compagnie Saharienne dan digunakan untuk balap Reli Dakar hingga sekarang.
Namun, di balik senyum serta rasa haru mengharumkan bendera Merah Putih di panggung dunia, ada perjuangan yang mengacak-acak semangatnya. Selama 14 hari melintasi ganasnya gurun Arab Saudi, Jeje harus bertarung melawan yang mengintai di setiap kilometer, masalah teknis, hingga ujian komunikasi yang memanas dengan sang navigator di tengah kesunyian gurun pasir.
"Selama 2 minggu itu selama 2 minggu ya 8.000 km itu ada tuh yang namanya kita di mobil tuh benar-benar ngantuk. Bahkan saya sempat microsleep, sempat ketiduran bentar 1 detik 2 detik terus melek lagi," cerita Jeje.
Meski menjadi pengalaman pertama, Jeje menjadi pesaing tangguh di lintasan Reli Dakar. Jeje menduduki peringkat 5 overall kelas Classic, juara 3 di kelas (H2), dan juara pertama di Iconic Class.
Tak kalah penting, Jeje juga mengungkap syarat serta biaya saat mengikuti Raly Dakar ini.
Sebagai informasi, Reli Dakar merupakan balapan paling ekstrem di dunia. Reli ini bukan cuma soal adu kecepatan. Reli Dakar menguras fisik, juga membutuhkan strategi dan navigasi yang presisi. Reli Dakar digelar dengan rute menantang di Arab Saudi melewati gurun, tanah berbatu, serta jalur pegunungan. Tahun ini, Reli Dakar digelar selama dua pekan, dari 3 Januari 2026 sampai 17 Januari 2026.
Tonton kisah lengkap Jeje dalam obrolan eksklusif bersama detikOto. Tentang bagaimana sebuah manifestasi mimpi, dan dedikasi, bermuara pada 3 trofi juara kategori untuk Indonesia.







