TRIBUNJOGJA.COM - Pelaku pelemparan kembang api yang mengenai kiper Cremona, Emil Audero, disebut terluka parah saat melempar kembang api kedua tak lama kemudian.
Pertandingan Cremona vs Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Senin, diwarnai dengan insiden yang tidak mengenakkan.
Penonton yang disebut sebagai suporter Inter Milan tersebut dikabarkan harus kehilangan tiga jarinya atas insiden tersebut.
Sebagai informasi, pertandingan Cremona vs Inter Milan tadi malam WIB sempat dihentikan sementara ketika terdengar ledakan keras.
Setelahnya, asap tebal bahkan memenuhi udara stadion saat sebuah kembang api yang dilemparkan dari tribun pendukung Inter Milan mengenai Audero.
Namun, kiper tim nasional Indonesia itu mampu pulih dan melanjutkan permainan, meskipun mengalami luka kecil dan bekas luka bakar di kakinya.
Beberapa menit kemudian, terdengar ledakan keras lainnya, meski saat itu kembang api tidak mengenai pemain di lapangan.
Keributan terjadi di dalam tribun pendukung tim tamu, di mana sebagian besar pendukung Inter Milan, Interisti sangat marah kepada oknum ini.
Pasalnya, mereka merasa aksi tersebut membahayakan pertandingan dan juga merupakan ancaman nyata bagi para pemain.
Namun, menurut La Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera, orang yang bertanggung jawab itu akhirnya diketahui identitasnya karena ia datang ke rumah sakit di Cremona.
Yang bersangkutan disebut mengalami cedera tangan, di mana mengalami luka serius pada tiga jarinya sendiri.
Menurut informasi, dia akan ditangkap dan dilarang menghadiri stadion untuk pertandingan resmi berikutnya di Italia.
Artinya, bukan tidak mungkin pihak berwenang akan melarang semua suporter Inter Milan menghadiri pertandingan tandang.
Sementara itu, Presiden Inter Milan Beppe Marotta mencoba mengantisipasi situasi dengan secara terbuka mengutuk pelaku perundungan dan meminta maaf kepada warga Cremona.
Insiden itu menyebabkan kiper lawan, Emil Audero, terkena ledakan kembang api saat Inter Milan menang 2-0 atas Cremonese di Serie A, Senin.
Tim asuhan Cristian Chivu meraih tiga poin berkat gol di babak pertama dari Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski, tetapi pertandingan tersebut tidak luput dari kontroversi.
15 memasuki babak kedua, sebuah kembang api dilemparkan ke lapangan dari area tribun yang ditempati oleh pendukung Inter Milan yang datang.
Kembang api tersebut nyaris mengenai Audero, satu-satunya pemain di area penalti saat itu, dan meledak dengan suara keras tepat di sebelahnya.
Terlihat luka sayat dan bekas terbakar di kaki Audero akibat terkena percikan api.
Untungnya, pemain berusia 29 tahun itu diizinkan untuk melanjutkan pertandingan setelah beberapa menit mendapat perawatan di lapangan.
Berbicara kepada Sky Sport Italia setelah pertandingan usai, Presiden Inter Milan Marotta menggambarkan insiden tersebut sebagai tindakan bodoh.
“Situasi yang belum pernah saya alami selama bertahun-tahun dalam karier saya. (Itu adalah) sebuah tindakan sensasional atas nama anti-sportivitas. Saya tahu pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan mereka.”
“Ini mungkin insiden terisolasi, kami menunggu hasil penyelidikan, tetapi kami berpikir sama seperti semua penggemar.
“Kami memiliki kewajiban untuk menciptakan budaya dan mencegah situasi seperti ini. Kami mengutuk insiden luar biasa ini.”
“Kami juga ingin berterima kasih kepada Audero atas profesionalismenya, karena berkat itu, pertandingan ini dapat dimainkan hingga selesai.”



















