Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Usaha kuliner lokal Noemie menghadirkan sajian pangsit dan pisang goreng madu dengan harga terjangkau bagi masyarakat Kota Bengkulu.
Usaha ini dirintis oleh Wardatul Fara sejak Oktober 2025 dan mulai dikenal melalui penjualan berbasis daring.
Wardatul Fara mengatakan, Noemie lahir dari ketertarikannya melihat peluang pasar terhadap produk makanan yang ia kembangkan.
Sebelum resmi membuka usaha, ia terlebih dahulu melakukan uji pasar melalui sejumlah bazar yang digelar di lingkungan kampus saat masih menempuh pendidikan.
"Dari bazar tersebut terlihat adanya ketertarikan pelanggan terhadap produk yang saya jual. Dari situ saya memutuskan untuk mengembangkan usaha ini dengan variasi menu yang lebih banyak," kata Wardatul Fara.
Pangsit Jadi Menu Utama dengan Cita Rasa Khas
Dijelaskannya, menu utama yang ditawarkan Noemie adalah pangsit rebus dan pangsit goreng.
Pangsit tersebut terbuat dari kulit pangsit dengan isian ayam giling yang telah dibumbui dengan cita rasa khas.
Berbeda dari pangsit pada menu mi ayam pada umumnya, pangsit Noemie disajikan sebagai menu utama, baik dalam bentuk rebus maupun goreng.
Selain pangsit, Noemie juga menyediakan mie jebew dengan tingkat kepedasan level 1 hingga level 3 yang dapat disesuaikan dengan selera pelanggan.
Untuk menu manis, tersedia pisang goreng madu yang menjadi menu andalan sekaligus best seller.
Wardatul menjelaskan, pisang goreng madu Noemie dibuat tanpa menggunakan pemanis buatan.
Madu alami digunakan sebagai bahan utama, kemudian digoreng hingga mencapai tingkat kematangan golden brown sehingga menghasilkan cita rasa karamel alami.
Harga Terjangkau dan Penjualan Berbasis Online
Dari sisi harga, Noemie mematok tarif yang ramah di kantong.
Mie jebew dibanderol mulai Rp11 ribu, pangsit mulai Rp13 ribu, sementara pisang goreng madu dijual seharga Rp15 ribu per porsi.
Saat ini, pemesanan dilakukan secara online melalui GrabFood dengan nama Noemie – Bentiring, serta melalui WhatsApp dan akun Instagram @noemieee.bkl.
Meski pendapatan harian masih fluktuatif, dalam kurun waktu sekitar empat bulan, omzet Noemie tercatat telah mencapai kisaran Rp4 hingga Rp5 juta.
"Kami tidak terlalu mematok target omzet di awal. Fokus kami adalah menjaga cita rasa dan kepuasan pelanggan agar usaha ini bisa berkembang secara berkelanjutan," tutup Wardatul.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini