TRIBUNWOW.COM - Kegagalan transfer yang sempat menimpa N’Golo Kante ke Fenerbahce dan Youssef En-Nesyri ke Al Ittihad menjadi sorotan publik.
Hal itu terjadi karena kedua kasus tersebut melibatkan dua klub besar dari Turki dan Arab Saudi, serta dua pemain yang sudah terbukti di level tertinggi Eropa.
Fenerbahce menjelaskan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Al Ittihad dan para pemain.
Selain itu, mereka juga telah menyelesaikan tes medis dan mengunggah seluruh dokumen yang diperlukan tepat waktu ke dalam sistem.
Baca juga: Eintracht Frankfurt Resmi Tunjuk Pelatih Baru Asal Spanyol Pengganti Dino Toppmoller
Al Ittihad menegaskan bahwa proses perekrutan N’Golo Kante dirancang sebagai bagian dari kesepakatan tukar yang akan mengirim Youssef En-Nesyri ke arah sebaliknya.
Namun, seluruh rencana runtuh ketika terjadi masalah administratif di pihak Al Ittihad, yang menyebabkan data di Transfer Matching System (TMS) tidak terinput dengan benar.
Situasi ini membuat Fenerbahce menilai bahwa kegagalan transfer sepenuhnya berada di luar kendali mereka.
Kondisi tersebut juga menimbulkan kekecewaan besar di internal klub maupun di kalangan suporter.
Dalam pernyataan resminya melalui akun X @Fenerbahce pada Selasa (3/2/2026), Fenerbahce menyebut bahwa mereka telah meminta perpanjangan waktu kepada FIFA.
Selain itu, mereka juga menjalin komunikasi intens untuk mencari solusi atas kendala TMS yang terjadi.
Mereka menegaskan bahwa seluruh kewajiban kontraktual sudah dipenuhi dengan baik.
Hal itu mencakup mulai dari kesepakatan pribadi dengan pemain hingga proses unggahan dokumen ke sistem pendaftaran transfer.
Meski demikian, Al Ittihad diklaim tidak segera memperbaiki kesalahan input di TMS.
Akibatnya, mereka tidak merampungkan proses pendaftaran dan tidak memberikan penjelasan yang memuaskan.
Kondisi ini membuat banding dari kedua klub pada akhirnya ditolak.
Dengan demikian, tidak ada celah regulasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengesahkan kepindahan setelah tenggat jendela transfer berakhir.
Fenerbahce lalu menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen untuk terus membangun skuad meski gagal mendatangkan gelandang asal Prancis tersebut.
Melalui akun X pribadinya @FabrizioRomano pada Selasa (3/2/2026), ia menulis bahwa kedua kesepakatan tersebut dinyatakan "OFF" setelah FIFA menolak banding dari kedua klub.
Ia menekankan bahwa transfer itu baru mencapai tahap kesepakatan verbal, bukan final.
Selain itu, proses belum sampai pada tahap "here we go" karena adanya masalah pada dokumen.
Baca juga: 4 Indikasi Mencengangkan Cristiano Ronaldo Out dari Al-Nassr & Pulang ke Pelukan Manchester United
Penjelasan tersebut menegaskan bahwa secara prinsip para pihak sebenarnya sudah mencapai kesepakatan.
Namun, aspek administratif dan regulasi menjadi faktor penentu yang menggagalkan seluruh rencana pada detik-detik terakhir.
Ungkapan mengenai kesepakatan verbal tanpa "here we go" memberikan konteks yang jelas kepada publik.
Hal itu menjelaskan bahwa status transfer sebenarnya belum pernah mencapai titik pasti.
Media-media internasional turut mengulas detail teknis di balik kegagalan ini.
Mereka menyoroti bagaimana kesalahan administratif dapat menggagalkan kesepakatan bernilai jutaan, meskipun para pihak sebenarnya sudah sepakat.
Nilai tersebut menggambarkan bahwa walaupun angka transfer relatif kecil untuk level klub top, konsekuensi finansialnya tetap besar bagi kedua tim.
Selain itu, dampak teknis terhadap proses pembenahan skuad juga terasa signifikan.
Berbeda dengan situasi sehari sebelumnya, update per Rabu (4/2/2026), justru mengonfirmasi bahwa transfer N’Golo Kante ke Fenerbahce akhirnya berhasil dirampungkan secara resmi.
Di mana hal ini sekaligus menandai kembalinya sang gelandang ke sepak bola Eropa setelah dua setengah musim berseragam Al Ittihad.
Kepindahan ini tuntas setelah klub Turki dan pihak terkait menyelesaikan kembali detail administrasi yang sebelumnya menjadi sumber masalah.
Keberhasilan ini praktis mengakhiri kebingungan publik yang sebelumnya mendapat informasi bahwa transfer dinyatakan batal oleh FIFA.
Pada akhirnya, saga tersebut bergeser dari "transfer gagal karena TMS" menjadi "transfer sah setelah sengketa administratif diselesaikan."
Di sisi lain, Youssef En-Nesyri justru benar-benar melanjutkan karier ke Al Ittihad.
Hal itu terjadi sebagai bagian dari rangkaian pergerakan yang dilakukan klub Arab Saudi tersebut untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Karim Benzema.
Reuters juga menuliskan bahwa kepindahan En-Nesyri ke Al Ittihad dikonfirmasi bersamaan dengan pengumuman resmi Kante ke Fenerbahce.
Sehingga kedua klub sama-sama mendapatkan solusi di lini yang dibutuhkan.
Dengan demikian, penyerang asal Maroko itu tetap berlabuh di Arab Saudi sebagaimana skenario awal.
Hanya saja melalui proses administrasi yang lebih rapi setelah kontroversi pertama.
Langkah ini juga mengakhiri spekulasi bahwa En-Nesyri akan bertahan di Fenerbahce hingga akhir musim akibat kegagalan pendaftaran di TMS.
Kombinasi dua pengumuman resmi pada hari yang sama membuat status masa depan kedua pemain kini jauh lebih jelas di mata publik.
Pernyataan resmi terbaru yang diunggah Fenerbahce dan Al Ittihad melalui akun X masing-masing @Fenerbahce dan @Ittihad, Rabu (4/2/2026).
Fenerbahce kembali menegaskan bahwa sejak awal mereka telah memenuhi seluruh kewajiban administratif.
Selain itu, mereka bahkan sempat meminta perpanjangan waktu kepada FIFA agar transfer bisa disahkan.
Mereka juga menyoroti bahwa kesalahan input data di TMS berada di luar kendali mereka.
Sementara itu, Al Ittihad memakai unggahan di media sosial untuk menegaskan posisi mereka kepada publik.
Pada akhirnya, mereka menyebut bahwa kesepakatan tukar yang melibatkan Kante dan En-Nesyri dapat diselesaikan.
Namun, hal itu tercapai melalui proses yang jauh lebih berliku dari biasanya.
Kedua postingan tersebut menutup rangkaian drama dengan menampilkan narasi bahwa masalah utama berada pada aspek administratif.
Dengan demikian, persoalan yang terjadi bukan disebabkan oleh kurangnya kesepakatan antara klub maupun pemain.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Alifazahra Avrilya Noorahma)