Petani di Ciganjeng Pangandaran Tanam Salada untuk Pasok Dapur MBG
February 04, 2026 02:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Sejumlah petani di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mulai menanam sayuran salada secara mandiri. 

Langkah ini dilakukan sebagai satu upaya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

Berbekal hasil urunan modal, para petani memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam salada dengan sistem hidroponik. 

Penanaman sudah dimulai sejak awal Januari 2026, dengan harapan hasil panen nantinya dapat memasok kebutuhan dapur MBG di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Seorang petani Desa Ciganjeng, Tahmo (50), mengatakan proses penanaman salada diawali dari penyemaian bibit selama 14 hari.

Baca juga: Murid Kelas 5 SD di Pangandaran Jualan Sate Totok Seribuan Untuk Bantu Beli Beras

Kemudian memindahkan tanaman salada itu ke lahan yang sudah disiapkan sampai membutuhkan waktu sekitar 30 hari hingga siap panen.

"Modal awal yang kami kumpulkan sekitar Rp 11 juta. Itu hasil urunan bersama, ada yang menyimpan Rp 2 juta, Rp 1 juta, bahkan ada juga yang Rp 200 ribu," ujar Tahmo kepada Tribun Jabar di tempat tanaman salada Hidroponik, Rabu (4/2/2026) siang.

Dengan modal itu, para petani menanam sekitar 2.000 pohon salada. Namun jumlah itu, menurut Tahmo, masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasokan untuk program MBG.

"Untuk tanaman salada sekarang baru 2.000 pohon. Itu juga masih belum mencukupi kebutuhan," katanya.

Dalam proses budidaya, para petani menggunakan sistem hidroponik sederhana dengan media paralon berdiameter dua inci. 

Metode ini dipilih karena lebih efisien dan cocok diterapkan di lahan pekarangan rumah warga.

Sayuran salada yang ditanam, direncanakan akan disuplai langsung ke SPPG untuk memenuhi kebutuhan sayuran segar dalam program MBG.

Melalui program MBG ini, Ia berharap, para petani lokal tidak hanya menjadi penonton, tapi dapat terlibat aktif dan merasakan manfaat langsung dari program pemerintah tersebut.

"Kami sebagai petani tidak ingin cuma nonton. Kami ingin ikut berkontribusi dan mendukung program Presiden," ucap Tahmo.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.