Meski demikian, dalam sidang, Ritje mengaku tidak dapat menunjukkan foto-foto KKN.
Ia mengaku arsip miliknya rusak akibat rumahnya kebanjiran.
Saat tiba di Desa Ketoyan, Ritje menceritakan, mereka dijemput oleh Kepala Desa, Jentu, dan sempat menginap disamping rumah kepala desa.
Ia dan Yohana menempati satu kamar, sementara Jokowi dan Eko berada di kamar lain yang saling berhadapan.
“Dijemput juga dari Kantor Kecamatan Wonosegoro. Sebelumnya, di universitas kami mendapat pembekalan selama dua minggu oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UGM, mencakup kesehatan masyarakat, sosial, dan prasarana,” jelasnya.
Selama KKN, keempat mahasiswa tersebut menjalankan kegiatan sesuai bidang masing-masing. Jokowi dan Eko fokus pada pembangunan sarana prasarana, seperti pembuatan jalan dan pemasangan papan penunjuk arah.
“Saya bersama Yohana melakukan penyuluhan kesehatan, gizi, hukum, dan lainnya,” ungkap Ritje.
(*)