TRIBUNNEWS.COM - Salah satu filsuf paling berpengaruh dalam sejarah Tiongkok Kuno sekitar abad ke-6 SM, Lao Tzu pernah berkata, "Ketika murid siap, guru akan muncul. Ketika murid benar-benar siap, guru akan menghilang."
Ujaran kuno tersebut pantas rasanya menggambarkan kondisi Mikel Arteta dengan Pep Guardiola saat ini.
Mikel Arteta meninggalkan Pep Guardiola sebagai asisten pelatih Manchester City untuk menerima tantangan menjadi pelatih kepala Arsenal pada Desember 2019.
Karena hal itu, bentrokan keduanya tidak dapat dihindarkan, minimal dua pertandingan dalam satu musim yang berasal dari Liga Inggris.
Pada prosesnya, Pep yang diibaratkan sebagai guru Arteta memberikan harapan dengan kemenangan di semifinal Piala FA.
Pertemuan pertama Arteta sang murid melawan gurunya tersebut berakhir dengan skor 2-0 dan pada akhirnya juara Piala FA dengan mengalahkan Chelsea.
Namun setelah itu, tidak ada lagi trofi (selain Community Shield) yang dipersembahkan Arteta untuk Arsenal hingga enam tahun masa proses belajarnya.
Dan menariknya, setelah kemenangan di semifinal tersebut, Arteta ciut dari sang guru, Pep.
Sebanyak delapan pertandingan diakhiri dengan kekalahan.
Banyak yang menyebut, Arteta masih dalam proses belajar, dan sang guru memberikan pelajaran yang berharga untuknya.
Momentumnya terjadi pada Agustus 2023 di laga Community Shield, laga final antara pemenang Liga Inggris dan Carabao Cup, tiga tahun setengah setelah Arteta mengalahkan Pep untuk pertama kalinya.
Berhubung Man City pada musim tersebut menyapu bersih semua gelar, kesempatan diberikan kepada Arsenal yang finis di peringkat 2 klasemen Liga Inggris.
Arteta memanfaatkannya dengan baik.
Baca juga: Arteta Sumringah, 5 Pelatih Chelsea setelah Tuchel Tidak Ada yang Bisa Mengalahkan Arsenal
Man City sudah siap berpesta ketika itu karena keunggulan Cole Palmer hingga injury time babak kedua. Tim asuhan Pep Guardiola memimpin dengan skor 1-0.
Tapi, Trossard yang masuk di babak kedua Martinelli menjadi aktor protagonis untuk Man City.
Golnya pada menit ke-90+11 memupus kemenangan The Citizens, laga pun harus dilanjutkan ke adu penalti.
Empat algojo Arteta berhasil menjalankan tugasnya, Odegaard, Trossard, Saka, dan Vieira, sementara Kevin De Bruyne dan Rodri gagal sehingga Arsenal menang dengan skor 3-1 dan meraih gelar juara Community Shield.
Sejak saat itu, keberuntungan tidak lagi berpihak kepada sang guru. Murid yang bekerja sama dengannya selama tiga tahun di Man City menyerap, berproses, dan berkembang dengan timnya.
Arsenal pun dibuat tidak terkalahkan dari Man City dalam lima pertandingan dengan catatan dua kemenangan dan 3 kali hasil imbang.
Satu di antara kemenangan tersebut diraih Arteta atas Pep dengan skor telak 5-1 di Emirates. Itu menjadi sebuah pencapaian paling baik dalam kemenangan sang murid atas gurunya.
Saat ini, kembali dengan pepatah Lao Tzu, "Ketika murid benar-benar siap, guru akan menghilang."
Arteta dengan kegigihannya dalam berproses membuat Arsenal berada di top level di musim 2025/2026.
Pemimpin klasemen Liga Inggris dan Liga Champions yang tidak terkalahkan sepanjang league phase.
Tembus perempat final Piala FA, dan yang terbaru mencapai final Carabao Cup atau Piala Liga Inggris.
Arsenal menjaga momentum quadruple musim ini.
Dan di final yang berlangsung di Wembley pada 22 Maret nanti, ia akan menghadapi sang guru, Pep Guardiola dengan timnya Manchester City.
Soal potongan kalimat di atas juga mengisyaratkan masa depan Pep yang kabarnya akan meninggalkan Manchester City di akhir musim ini, meskipun kontraknya berlaku hingga musim panas 2027.
Hal itu dilaporkan oleh jurnalis senior dari The Athletic, David Ornstein soal besarnya peluang Pep hengkang.
Sejumlah nama dikaitkan menjadi penggantinya, mulai dari Fabregas, Enzo Maresca, hingga Xabi Alonso.
Rumor yang tersebar tidak hanya isapan belaka, ya meskipun pada masa-masa sebelumnya di Bayern Munchen dan Barcelona Pep selalu menghormati kontraknya hingga berakhir.
Salah satu tokoh eksekutif klub mengatakan, mereka yakin bahwa sang guru yang kini berusia 55 tahun itu akan hengkang.
Pertanyaannya, apakah saat ini Arteta dalam keadaan siap menghadapi Pep? Atau benar-benar siap untuk mengalahkannya dan mencapai prestasi dari proses yang telah ia jalani dan pelajari dari sang guru?
Menarik dinantikan, laga final Carabao Cup Arsenal vs Man City akan menjadi salah satu laga paling dinanti.
Keduanya juga berpeluang ketemu dalam sebuah penentuan langkah di Liga Inggris dan Liga Champions dalam rentang waktu satu bulan, Maret hingga April 2026.
(Tribunnews.com/Sina)