Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemandangan orang-orang memakai topi caping tak hanya terlihat di area persawahan. Di Floating Market Lembang, pengunjung dapat merasakan sensasi berbeda dengan memakai topi caping sambil menaiki kereta menyusuri danau.
Sejak jalur kereta diperpanjang hingga 1 kilometer menyusuri tepian danau, wahana ini jadi buruan baru wisatawan yang mengincar stok foto dan video.
Sensasi menyusuri pinggir air sambil melewati deretan tempat makan menjadi daya tarik yang cukup kontras dengan suasana pasar apung biasanya.
Kereta Danau dan Floating Cruise Lambo menjadi wahana teranyar setelah 14 tahun menjadi tempat rekreasi keluarga.
Baca juga: The Ace Court Padel Bandung: Lapangan Sejuk, Vibes Asik untuk Wisata Padel
Keduanya menawarkan pengalaman yang berbeda, dari yang santai menyusuri tepian air hingga gaya ala "Sultan" di tengah danau.
Public Relation PT Perisai Group, Intania Setiati, menyebut bahwa inovasi adalah kunci agar Floating Market tetap relevan.
Jika dulu wisatawan hanya mengenal kereta sawah di area Kampung Luit, kini jalurnya diperpanjang hingga mengelilingi danau.
"Dulu ada wahana kereta sawah di Kampung Luit di area sini, mengelilingi sawah dan bale-bale. Sekarang kita inovasi buat Kereta Danau yang jalurnya lebih panjang, sekitar 1 km menyusuri pinggir danau, melewati taman-taman dan tempat makan," ujar Intania, saat ditemui di Jalan Grand Hotel No.33E, Lembang, Kec. Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (5/2/2026).
Harganya pun terjangkau, yakni Rp 35.000 untuk jalur panjang dari stasiun depan ke belakang, atau Rp 15.000 untuk rute sebaliknya yang lebih pendek.
Tak hanya itu, di sini ada Floating Cruise Lambo. Bukan mobil sport biasa, ini adalah perahu listrik yang bentuknya didesain persis menyerupai mobil Lamborghini.
Tersedia dalam empat warna mentereng: merah, kuning, hijau, dan biru.
Uniknya, wisatawan bisa menyetir sendiri "Lambo" ini tanpa bantuan petugas.
Namun jangan khawatir, sebelum lepas landas ke tengah danau, akan ada briefing singkat soal cara mengemudi dan setiap unit dibekali walkie-talkie.
Baca juga: Rekomendasi 8 Tempat Wisata Gratis di Bandung untuk Liburan Long Weekend Januari 2026
"Kenapa Lambo? Karena unik dan kesannya mewah, kayak 'Sultan'. Anak-anak juga pasti suka. Ini perahu listrik yang disetir sendiri sama customer. Kita ajarkan cara maju, mundur, sampai cara stabil di tengah," jelas Intania.
Untuk menjajal gaya hidup mewah di atas air ini, traveler cukup merogoh kocek Rp 100.000 untuk durasi 15 menit dengan kapasitas maksimal 4 orang.
Bagi yang membawa keluarga besar, Floating Market tergolong destinasi yang ramah lansia.
Menurut Intan, pihaknya menyediakan fasilitas pinjaman kursi roda. Untuk tiket masuk, berlaku bagi anak usia 2 tahun ke atas.
"Tiket masuk sudah termasuk akses ke berbagai area termasuk Rainbow Garden, kecuali beberapa wahana tertentu seperti Kota Mini," tambahnya.
Setelah lelah menjajal wahana, traveler bisa langsung melipir ke area Pasar Apung untuk berburu jajanan Nusantara.
Mulai dari camilan tradisional hingga sate ayam jando yang menggugah selera tersedia di sini.
Menurut salah seorang pengunjung, Dini mengaku puas menikmati wahana tersebut karena memberikan pengalaman berbeda.
“Seru karena bisa nyetir sendiri. Kapasitasnya juga cukup, bisa lebih dari empat orang kalau bawa keluarga. Waktu 15 menit enggak terasa, malah terasa lumayan lama. Karena pakai mesin juga enggak capek, apalagi paling enak dinikmati sore hari. Lebih puas bisa keliling danau daripada cuma jalan di pinggir danau,” ujarnya.