Gempa di Pacitan Dini Hari Tadi Terasa Sampai Yogyakarta, Warga Terkejut Keluar Rumah
February 06, 2026 09:08 AM

 

TRIBUN-MEDAN.com - Gempa mengguncang wilayah Pacitan pada  Jumat (6/2/2026) dini hari WIB.

Kekuatan gempa di Pacitan diperkirakan 6,4 magnitido.

Dampak gempa cukup kuat dirasakan  warga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 

Mengutip info BMKG, lokasi gempa berada pada 8,99 LS-111,18 BT (90 Km Pacitan-Jatim) dengan kedalaman 10 KM.

 

 Dalam akun X (Twitter) BMKG, masyarakat menyampaikan gempa di Pacitan terasa sampai Yogyakarta,

Banyumas, Malang, Ponorogo, dan wilayah lainnya.

"Gede banget dan lama di Jogja," tulis @-rayaadinda.

"Aku di Banyumas-Jateng kerasa banget, gimana kalian yang di Pacitan aman? semoga aman ya, stay safe semua," tulis @chasanah.

Warga Kapanewon Playen, Rahmat, mengatakan dirinya kaget dan sempat keluar rumah.

"Iya kaget dan sempat terbangun saat tidur," kata dia.

Gempa tidak berpotensi tsunami.

Namun belum diketahui laporan terkait kerusakan bangunan akibat gempa.

Mengenal MMI Skala Ukuran Gempa

Melansir akun bmkg, skala MMI (Modified Mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.

Skala Mercalli terbagi menjadi 12.

I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Baca juga: Kebakaran di Asia Mega Mas Sukaramai Tadi Malam, 12 Rumah Ludes Terbakar, Apa Penyebab Kebakaran?

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Tingkat Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang menunjukkan bahwa getaran gempa dirasakan oleh semua penduduk, menyebabkan kebanyakan orang terkejut dan berlarian keluar, serta menimbulkan kerusakan ringan seperti plester dinding jatuh dan cerobong asap pabrik rusak

VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: bmkg/ /Tribunews.com

 

Baca juga: Nasib Juventus tak Disangka Tersingkir dari Coppa Italia, Dikalahkan Atalanta 3 Gol tanpa Balas

Baca juga: Hakim Diciduk KPK di Depok, Wakil Ketua Pengadilan Diduga Main Urus Perkara, Ratusan Juta Disita

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.