Tetap Kerja Selama Periode Libur Idul Fitri 2026, Pemerintah Tetapkan 5 Hari WFA
February 06, 2026 10:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah menyiapkan kebijakan kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) untuk mengatur mobilitas masyarakat selama periode libur Idul Fitri 2026.

Kebijakan ini dibarengi dengan pemberian diskon tarif transportasi umum guna mendorong kelancaran arus mudik sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penerapan WFA akan dilakukan pada sejumlah hari menjelang dan sesudah Lebaran, yakni 16 dan 17 Maret 2026, serta 25, 26, dan 27 Maret 2026.

Baca juga: Libur Anak Sekolah Awal Puasa Ramadhan dan Lebaran 2026

“Kami juga akan memberikan work from anywhere, supaya hari-hari yang bolong mendekati Lebaran itu bisa diisi dengan WFA,” ujar Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/2/2026), dilansir dari Kompas.com.

Selain WFA, pemerintah juga menyiapkan stimulus untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran.

Stimulus tersebut berupa diskon tarif pada berbagai moda transportasi umum.

Untuk transportasi kereta api, pemerintah memberikan potongan harga tiket sebesar 30 persen.

Baca juga: Fakta Terkini Bansos Pangan Jelang Lebaran dan PKH BPNT Februari 2026, Ada Diskon Tarif Listrik?

Diskon serupa juga berlaku untuk kapal penyeberangan dengan tarif potongan hingga 30 persen.

Sementara itu, untuk moda transportasi udara, diskon tiket pesawat diberikan dengan kisaran 17 hingga 18 persen.

Airlangga menyebut kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan mudik maupun liburan dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Bagi yang mau merencanakan liburan, silakan. Tiket kereta api kita berikan diskon 30 persen, kapal 30 persen, dan pesawat sekitar 17 sampai 18 persen,” jelasnya.

Baca juga: Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur Awal Puasa dan Lebaran

Airlangga berharap kombinasi kebijakan WFA dan diskon transportasi ini mampu mendorong pergerakan ekonomi nasional.

Ia menilai Indonesia memiliki karakter unik, di mana peningkatan mobilitas masyarakat saat libur justru diikuti oleh naiknya belanja dan aktivitas ekonomi.

“Indonesia ini anomali. Saat liburan, mobilitas tinggi, spending juga tinggi, ekonomi bergerak. Indeks keyakinan konsumen naik dan penjualan elektronik ikut meningkat,” pungkas Airlangga. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.