Jalan MT Haryono Masih Banjir, DPRD Balikpapan Soroti Proyek Rp136 Miliar
February 06, 2026 10:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, kembali menjadi perhatian berbagai pihak. 

Salah satu titik yang disorot adalah kawasan Jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan, yang masih rutin tergenang saat hujan turun.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena kawasan ini telah mendapat penanganan banjir melalui proyek daerah aliran sungai (DAS) Ampal dengan anggaran sekitar Rp136 miliar.

BALIKPAPAN DILANDA BANJIR - Hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan sejak pagi membuat sejumlah kawasan terendam banjir. Salah satu titik yang kembali menjadi langganan genangan adalah Jalan MT Haryono, salah satu jalan protokol yang kerap tergenang saat intensitas hujan tinggi, Sabtu (29/11/2025). (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)
MASIH BANJIR - Potret ilustrasi Jalan MT Haryono yang dilanda banjir pada Sabtu (29/11/2025). (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

Meski dana besar telah digelontorkan, genangan air masih kerap terjadi dan memicu keluhan masyarakat.

DPRD Soroti Efektivitas Proyek

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, menilai kejadian banjir di Jalan MT Haryono menunjukkan pendekatan penanganan banjir selama ini belum menyentuh substansi persoalan.

Baca juga: Lapas Balikpapan Terus Berbenah, Namun Masih Alami Kelebihan Kapasitas 73 Persen

“Jalan MT Haryono ini memang setiap hujan selalu banjir. Padahal sudah dikasih anggaran Rp136 miliar, tapi hasilnya masih seperti ini. Artinya, ada yang salah dalam pelaksanaannya,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa proyek yang dijalankan belum sepenuhnya menjawab akar persoalan banjir di kawasan tersebut.

Perlu Peninjauan Kajian Teknis

Budiono menjelaskan, DPRD memiliki peran dalam persetujuan anggaran serta fungsi pengawasan. Namun, kualitas kajian teknis dan perencanaan detail engineering design (DED) berada di bawah kewenangan organisasi perangkat daerah (OPD).

Ia mendorong Pemerintah Kota Balikpapan untuk melakukan peninjauan ulang terhadap kajian awal proyek, termasuk desain teknis yang menjadi dasar pelaksanaan.

“Perencanaannya kan pakai kajian. Mereka mengajukan anggaran, kami setujui dengan tujuan mengatasi banjir. Kalau teknis kajian dan DED-nya, itu ranah dinas. Berarti yang kurang pas ada di situ,” jelasnya.

Baca juga: HUT ke-129 Balikpapan Digelar Sederhana Tanpa Artis Ibu Kota, Pangkas Anggaran Jadi Rp900 Juta

Fokus Penanganan Harus Substansial

Selain itu, Budiono menyoroti penanganan banjir yang dinilai terlalu menitikberatkan pada aspek estetika kawasan, bukan pada solusi utama mengatasi genangan air.

“Seharusnya perencanaannya fokus bagaimana mengatasi banjirnya. Jangan sampai hanya memperbaiki tampilan atau estetika di atasnya saja, tapi persoalan banjirnya tetap tidak selesai,” pungkasnya.

Warga Harap Evaluasi Pemerintah

Banjir di kawasan MT Haryono tidak hanya berdampak pada aktivitas warga, tetapi juga mobilitas kendaraan dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Genangan yang terus berulang memunculkan harapan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek penanganan banjir yang telah berjalan.

Peninjauan ulang kajian teknis serta perencanaan infrastruktur dinilai penting agar anggaran besar yang telah digelontorkan benar-benar efektif mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Pemerintah kota diharapkan dapat memastikan penanganan yang dilakukan menyasar akar masalah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.