Derby Papua di Wamena: Persipura vs Persiwa, Nostalgia Panas dari Liga Super hingga Pegunungan
Paul Manahara Tambunan February 07, 2026 10:29 AM

Laporan Wartawan Tribun-papua.com,Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA – Riuh itu kembali. Sorak, nyanyian, dan ingatan lama tentang duel penuh gengsi akan hidup lagi di jantung Pegunungan Tengah. Derby Papua antara Persipura dan Persiwa yang pernah menjadi salah satu laga paling seru di era Liga Super Indonesia, kini akan kembali digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Derby sarat sejarah ini akan tersaji dalam laga eksebisi pembukaan Liga 4 PSSI Provinsi Papua Pegunungan, mempertemukan Persipura Legend (Mutiara Hitam) dan Persiwa Legend (Badai Pegunungan Tengah) pada 14 Februari 2026 di Stadion Pendidikan Itlay–Ikinia.

Bagi publik Papua, Persipura versus Persiwa bukan sekadar pertandingan.

Ia adalah cerita panjang tentang rivalitas, kebanggaan daerah, dan atmosfer stadion yang pada masanya dikenal sebagai salah satu yang paling barbar sekaligus paling hidup di Indonesia dari tribun yang bergemuruh hingga duel keras penuh harga diri di atas lapangan.

Nostalgia Liga Super Indonesia

Pada masa Liga Super Indonesia, pertemuan Persipura dan Persiwa selalu menyedot perhatian nasional.

Wamena kala itu menjadi salah satu neraka bagi tim tamu, sementara Persipura datang membawa reputasi sebagai kekuatan besar sepak bola Tanah Papua. 

Pertemuan keduanya menyisakan cerita tentang penonton yang memadati stadion, tekanan psikologis yang kuat, serta pemain-pemain yang bertarung bukan hanya untuk poin, tetapi juga untuk identitas dan kebanggaan.

Baca juga: Eks Bintang Deltras Adaptasi di Jayapura, Bima Ragil Siap Kunci Tiket Promosi bersama Persipura

Kini, cerita itu kembali dihidupkan—bukan dalam laga kompetisi penuh, melainkan dalam format legend, mempertemukan para pemain yang pernah menjadi saksi dan pelaku sejarah panas Derby Papua.

Sekretaris Umum (Sekum) PSSI Papua Pegunungan, Hesri Y. Purun, memastikan Persipura Legend akan tiba di Wamena pada 13 Februari 2026, bertanding pada 14 Februari, dan kembali ke Jayapura pada 15 Februari 2026 pagi.

“Ini bukan sekadar laga hiburan. Ini momentum menghidupkan kembali sejarah dan semangat sepak bola Papua di Pegunungan,” ujar Hesri.

Rombongan Persipura Legend dipimpin langsung oleh Ketua Persipura Legend Kamasan J. Komboy bersama Sekretaris Daud H. Arim.

Sejumlah legenda yang pernah mengharumkan Persipura di level nasional dipastikan turun.

Di antaranya Ronny Wabia, Emanuel Korey, Nikson Ona, Alfred Refasi, Eduard Ivakdalam, Fison Merauje, Ortizan Solossa, Engel Iwanggin, Ridwan Bauw, Viktor Pulanda, Eduard Isir, Christian Worabay, Gerald Pangkali, Yohanes Tjoe, Imanuel Wanggai, Titus Bonay, dan legenda Persipura lainnya.

Baca juga: Operasi Senyap Persipura di Sorong: Ujicoba Klub Lokal hingga Bidik Barito Sebagai Korban

Persiwa Legend

Sebagai tuan rumah, Persiwa Legend tak ingin sekadar menjadi pelengkap nostalgia.

Badai Pegunungan Tengah menyiapkan skuat terbaiknya yang diisi pemain-pemain yang pernah mewarnai perjalanan Persiwa, seperti Gerad Morin, Simon Sembor, Broery Soisa, Rudi Aibesa, Eko Maniagasi, Dani Itaar, Herry Leisubun, Patrik Adi, Tarik Chaqui, Hendrik Kosay, Melky Wakerkwa, Ronald Labuane, Piter Rumaropen, Mecky Hesegem, Engel Mote, Yohanes Kabagaimu, Paulus Pahabol, Yopen Wandikbo, Habel Satya, Semuel Pigai, serta pemain lainnya.

Derby Papua kali ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar pertandingan.

Ia adalah ruang temu generasi, di mana penonton lama mengenang masa kejayaan, sementara generasi muda Papua Pegunungan menyaksikan langsung para legenda yang dahulu hanya mereka dengar dari cerita.

Hesri mengatakan, PSSI Papua Pegunungan mengajak seluruh masyarakat untuk datang dan menjadi bagian dari sejarah kecil yang bermakna ini saat Derby Papua kembali bergema di Wamena, di tengah dinginnya udara pegunungan, namun dengan panasnya semangat dan kenangan yang tak pernah padam. (*)
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.