TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Tim Persipura Jayapura menjalani laga ekshibisi melawan Sorong Raya FC di Stadion Bawela, Kota Sorong, Minggu (8/2/2026).
Kapten Persipura Jayapura Boaz Solossa, mengatakan, kehadiran Persipura ke Ibu Kota Provinsi Papua Barat Daya direncanakan sejak Desember 2025 lalu.
"Mungkin ini momen yang pas," kata Boaz kepada Tribunsorong.com usai menjalani latihan dan uji coba lapangan di Stadion Bawela, Sabtu (7/2/2026).
Baca juga: Laga Eksibisi Persipura vs Sorong Raya: Cek Lokasi Beli Tiket Offline-Online dan Cara Nonton Live
Ia menjelaskan, laga uji coba tersebut merupakan bagian dari program tim pelatih gunaa menjaga performa pemain jelang pertandingan resmi Persipura menghadapi Barito Putera pada 15 Februari 2026 dalam seri ketiga BRI Super League.
Selain persiapan tim, pemilik nama lengkap Boaz Theofilus Erwin Solossa itu menyebut, kedatangan Persipura juga bertujuan memberikan hiburan bagi masyarakat pencinta sepak bola di Papua Barat Daya.
"Kami tahu masyarakat di sini selalu mendoakan Persipura,” ujarnya.
Pesepakbola asal Maybrat ini berharap laga eksibisi tersebut dapat menghibur masyarakat Kota Sorong dan menjadi momentum kebangkitan sepak bola daerah.
Menanggapi peluang pemain asal Sorong memperkuat Persipura ke depan, Boaz menilai talenta muda di Kota Sorong memiliki potensi besar.
"Talenta di Kota Sorong luar biasa. Dengan kedatangan kami ke sini, saya harap semua pihak bisa bergerak bersama memajukan sepak bola," kata Boaz
"Yang penting bagaimana pemerintah dan seluruh pencinta olahraga di Kota Sorong bisa memberikan kontribusi nyata."
Lelaki kelahiran 16 Maret 1983 ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan kompetisi dan pertandingan lokal agar pemain muda memiliki jam terbang yang cukup.
Potensi pesepak bola muda di Kota Sorong sangat luar biasa dan perlu mendapatkan perhatian serius agar terus berkembang.
Baca juga: Turnamen Sepak Bola Kepulauan Cup U17 di Pulau Doom Sorong, Jembatan Karier Pesepakbola Muda
Selain ittu, pemerintah daerah perlu menghadirkan pertandingan agar para pemain muda punya jam bermain yang tinggi.
"Seperti yang pernah diperjuangkan almarhum Gusti Sagrim, itu jangan sampai terputus," kata Boaz. (tribunsorong.com/ismail saleh)