BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bersiap menghadapi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2026 dengan target yang lebih tinggi. Jika pada 2025 target nasional sebesar 36 persen berhasil dilampaui, maka pada 2026 target meningkat menjadi 46 persen dari total jumlah penduduk.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa, mengatakan bahwa target 46 persen tersebut membutuhkan upaya dan strategi yang lebih kuat. Terutama jika dibandingkan dengan pelaksanaan CKG tahun sebelumnya. Pihaknya optimis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan seluruh Puskesmas dan inovasi layanan di lapangan.
“Target 2026 memang lebih besar, yakni 46 persen harus selesai. Ini menjadi komitmen kami dan ke depan optimis target tersebut bisa tercapai,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, capaian positif program CKG tahun 2025 menjadi modal penting untuk mencapai target yang lebih tinggi. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari koordinasi intensif antara Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas di Bangka Selatan, yang akan terus diperkuat pada tahun ini melalui pertemuan rutin sebagai ruang evaluasi dan konsolidasi.
Sebagai bagian dari strategi penguatan kinerja, pihaknya menerapkan mekanisme evaluasi langsung. Apabila terdapat Puskesmas yang belum memenuhi target, pihaknya akan memanggil pimpinan Puskesmas ke kantor untuk melakukan pembahasan lebih lanjut.
“Apabila tidak memenuhi target, akan saya panggil ke kantor. Kami berdiskusi untuk mengetahui apa kendala yang terjadi di masing-masing Puskesmas,” jelas dr Agus.
Dalam evaluasi tersebut, berbagai aspek dibahas, mulai dari kendala teknis di lapangan hingga penerapan skema reward sebagai bentuk apresiasi kinerja. Skema penghargaan dan penegasan komitmen program menjadi bagian penting dalam menjaga semangat dan konsistensi Puskesmas dalam melaksanakan CKG. Ia menambahkan seluruh Puskesmas di Bangka Selatan telah menunjukkan komitmen yang sama dalam mendukung program CKG.
Atas capaian tahun 2025, pemerintah daerah ikut memberikan apresiasi kepada Puskesmas yang berhasil memenuhi dan melampaui target pendaftaran CKG sebesar 36 persen. Namun demikian, tantangan pada 2026 diperkirakan akan berbeda. Jika pada 2025 sasaran CKG banyak menyasar kelompok pelajar melalui sekolah-sekolah, maka pada tahun mendatang strategi akan diarahkan lebih luas ke segmen masyarakat dewasa hingga lanjut usia.
“Memerlukan effort yang lebih karena kalau tahun 2025 mungkin sekolah sudah cukup banyak. Tahun ini kita akan lebih menyasar segmen-segmen dewasa dan lansia yang ada di Kabupaten Bangka Selatan,” ucapnya.
Perubahan sasaran ini menuntut adanya inovasi pelayanan dari masing-masing Puskesmas, baik dalam pendekatan kepada masyarakat maupun dalam pelaksanaan teknis pelayanan kesehatan. Dinas Kesehatan mendorong Puskesmas untuk aktif menghadirkan terobosan agar target 46 persen penduduk dapat terlayani melalui program CKG. Terkait kendala pelaksanaan CKG, dr Agus mengakui sempat terjadi gangguan pada aplikasi pendaftaran yang digunakan dalam program tersebut.
Gangguan aplikasi menjadi salah satu hambatan teknis yang ditemui di lapangan. Namun, permasalahan tersebut telah dapat diatasi. Pihaknya memastikan bahwa keterbatasan akses teknologi masyarakat tidak menjadi penghalang dalam pelayanan. Bagi warga yang tidak memiliki gawai atau kesulitan melakukan pendaftaran daring, pelayanan tetap dapat dilakukan secara langsung di Puskesmas.
“Bagi masyarakat yang tidak mempunyai gadget, tetap bisa dilayani tanpa pendaftaran online. Cukup datang ke Puskesmas dan mengisi pendaftaran,” ucap Agus. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)