MAUT Sopir Truk Diduga Mengantuk di Jalur Tengkorak, Kondektur Tewas Terjepit di TKP Usai Tabrakan!
Anak Agung Seri Kusniarti February 09, 2026 07:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Satu orang warga meninggal dunia di TKP, usai terlibat lakalantas maut di jalur tengkorak Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana, Senin 9 Februari 2026.

Adalah Marsuk (39) asal Bondowoso, yang terjepit usai truk yang ditumpanginya tersebut menabrak bagian belakang truk lain di depannya saat melintas di jalur tengkorak. Sementara itu pengemudi truk alami luka robek pada bagian wajahnya.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi di kilometer 84-85 Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, sekitar pukul 05.00 WITA. Kecelakaan melibatkan kendaraan truk Mitsubishi nomor polisi DK 8614 OD dengan truk boks nomor polisi DK 8423 FJ. 

Bermula dari truk Mitsubishi yang kemudikan Rahim (28), bersama penumpang atau kondektur truk bernama Marsuk bergerak dari arah barat ke timur atau dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

Saat itu lalulintas dilaporkan dalam kondisi sedang. Tak disangka, setibanya di TKP yang merupakan jalan lurus, truk Mitsubishi tersebut menabrak bagian belakang kanan truk boks yang bergerak di depannya di jalur yang sama.

Baca juga: JAMBRET di Kerobokan Diburu Polisi! Tante Jenna Meninggal Dunia di RS, Motor Tabrak Tiang Listrik 

Baca juga: Keberadaan Nelayan Hilang di Bunutan Karangasem Masih Misterius, Pencarian Terkendala Cuaca Buruk

Akibat kejadian tersebut truk Mitsubishi yang dikemudikan Rahim ringsek bagian depan. Pengemudi tersebut masih dalam kondisi sadar. Namun mengalami luka robek pada pipi kiri serta luka lecet pada tangan kiri. 

Sementara itu Marsuk mengalami cidera kepala berat (CKB), luka robek pada bibir atas dan dinyatakan meninggal dunia di TKP. Sebab, Marsuk saat itu terjepit kendaraan karena menabrak truk boks Hino tersebut. 

"Nggih, satu orang meninggal dunia di TKP pasca kejadian tersebut," jelas Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan saat dikonfirmasi, Senin 9 Februari 2026. 

Dia melanjutkan, lakalantas tersebut terjadi diduga karena sang sopir truk mengantuk sehingga tak memperhatikan lalulintas atau pergerakan kendaraan lain di depannya.

Iptu Aldri mengimbau agar seluruh masyarakat terutama yang menggunakan jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk untuk tetap waspada dan hati-hati. Sebab, jalur ini memang dikenal padat kendaraan karena lintas provinsi dan banyak kendaraan besar yang melintas.

"Memang kondekturnya atau penumpangnya disamping tersebut sempat terjepit. Korban menderita CKB dan meninggal dunia," tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.