Apa Perbedaan Gejala Flu Biasa dengan Superflu Dok?
Ahmad Nur Rosikin February 10, 2026 05:42 AM

Pertanyaan:

“Terkait superflu, gejala apa yang membedakan flu berat dengan flu biasa ini, Dokter?”

Pertanyaan dari jurnalis TribunHealth.com, dalam Talk Show Healthy Talk “Ramai Istilah Superflu, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?” yang tayang di YouTube TribunHealth.com dan Tribunnews pada Kamis, 29 Januari 2026.

Jawaban Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Brayat Minulya Surakarta, dr. Ova Rachmawati, Sp.PD, FINASIM:

“Kalau gejalanya pasti ini ya, demam ya, demam yang tinggi dan sama sekali nafsu makannya turun.

Nah, kemudian kalau di superflu bisa kadang kita temui ini sesak nafas, kemudian detak jantungnya lebih cepat seperti itu.

Itu bisa terjadi dan mungkin karena kondisinya tidak nyaman, demam nyeri kepala itu kadang pada beberapa, itu bisa terjadi susah tidur di malam hari itu.”

Simak penjelasan lengkapnya dalam tayangan berikut:

Sekilas tentang superflu

Superflu merupakan istilah yang banyak digunakan pada awal 2026 ini.

Istilah populer ini merujuk pada infeksi virus Influenza A (H3N2) Subclade K, sebuah varian yang menyebabkan gejala jauh lebih berat dan durasi sakit yang lebih lama dibandingkan flu musiman biasa.

Meskipun bukan penyakit baru, mutasi ini terbukti lebih efektif menyerang saluran pernapasan manusia.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Yang membedakan superflu dan flu biasa adalah intensitasnya, yang sering kali muncul secara mendadak dengan gejala lebih kuat.

Beberapa gejala kunci yang menjadi ciri khasnya meliputi:

  • Demam Tinggi: Suhu tubuh bisa melonjak drastis hingga mencapai 39–41°C.
  • Nyeri Tubuh Hebat: Rasa sakit pada otot dan sendi yang parah disertai sakit kepala berat.
  • Kelelahan Ekstrem: Tubuh terasa sangat lemas (fatigue) sehingga sulit beraktivitas.
  • Durasi Lama: Jika flu biasa mereda dalam beberapa hari, pemulihan Superflu bisa memakan waktu 7 hingga 14 hari.

Mengapa Superflu Menyebar Sangat Cepat?

Varian H3N2 Subclade K memiliki kemampuan penularan yang sangat cepat melalui droplet saat bersin atau batuk.

Situasi ini marak terjadi di Indonesia sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026.

Meski gejalanya mengkhawatirkan, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa situasi saat ini masih terkendali dan masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada.

Langkah Penanganan dan Pencegahan

Untuk menekan risiko komplikasi dan mempercepat pemulihan, langkah-langkah berikut sangat disarankan:

  • Vaksinasi: Melakukan vaksinasi influenza tahunan tetap menjadi proteksi paling efektif.
  • Disiplin Prokes: Rutin mencuci tangan dan menggunakan masker, terutama saat berada di kerumunan atau ketika merasa kurang fit.
  • Istirahat Total: Jangan memaksakan aktivitas saat tubuh terasa lemas. Jika gejala semakin berat, segera konsultasikan ke dokter.

(TribunHealth.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.