Pertanyaan:
“Terkait superflu, gejala apa yang membedakan flu berat dengan flu biasa ini, Dokter?”
Pertanyaan dari jurnalis TribunHealth.com, dalam Talk Show Healthy Talk “Ramai Istilah Superflu, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?” yang tayang di YouTube TribunHealth.com dan Tribunnews pada Kamis, 29 Januari 2026.
Jawaban Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Brayat Minulya Surakarta, dr. Ova Rachmawati, Sp.PD, FINASIM:
“Kalau gejalanya pasti ini ya, demam ya, demam yang tinggi dan sama sekali nafsu makannya turun.
Nah, kemudian kalau di superflu bisa kadang kita temui ini sesak nafas, kemudian detak jantungnya lebih cepat seperti itu.
Itu bisa terjadi dan mungkin karena kondisinya tidak nyaman, demam nyeri kepala itu kadang pada beberapa, itu bisa terjadi susah tidur di malam hari itu.”
Simak penjelasan lengkapnya dalam tayangan berikut:
Superflu merupakan istilah yang banyak digunakan pada awal 2026 ini.
Istilah populer ini merujuk pada infeksi virus Influenza A (H3N2) Subclade K, sebuah varian yang menyebabkan gejala jauh lebih berat dan durasi sakit yang lebih lama dibandingkan flu musiman biasa.
Meskipun bukan penyakit baru, mutasi ini terbukti lebih efektif menyerang saluran pernapasan manusia.
Yang membedakan superflu dan flu biasa adalah intensitasnya, yang sering kali muncul secara mendadak dengan gejala lebih kuat.
Beberapa gejala kunci yang menjadi ciri khasnya meliputi:
Varian H3N2 Subclade K memiliki kemampuan penularan yang sangat cepat melalui droplet saat bersin atau batuk.
Situasi ini marak terjadi di Indonesia sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026.
Meski gejalanya mengkhawatirkan, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa situasi saat ini masih terkendali dan masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada.
Untuk menekan risiko komplikasi dan mempercepat pemulihan, langkah-langkah berikut sangat disarankan:
(TribunHealth.com)