TRIBUNHEALTH.COM - Banyak orang mengira kadar gula darah hanya naik karena terlalu sering makan makanan manis.
Padahal, tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang justru berkontribusi besar terhadap peningkatan gula darah, bahkan pada orang yang tidak memiliki riwayat diabetes.
Memahami kebiasaan-kebiasaan ini penting sebagai langkah awal pencegahan gangguan metabolik dan diabetes di kemudian hari.
Lantas, kebiasaan seperti apa yang bisa meningkatkan kadar gula darah?
Baca juga: 6 Fakta Rutin Makan Kacang-kacangan Bagus untuk Tubuh, Termasuk Kontrol Gula Darah
Kebiasaan yang Bisa Meningkatkan Kadar Gula Darah
Berikut ini beberapa kebiasaan yang tanpa disadari dapat meningkatkan kadar gula darah seseorang.
1. Minuman manis
Mengonsumsi minuman manis seperti minuman bersoda, susu cokelat, dan jus buah sepanjang hari bisa meningkatkan kadar gula darah.
Tak hanya itu, mengonsumsi minuman tersebut secara teratur juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik.
Untuk mencegah terjadinya lonjakan gula darah, konsumsilah minuman manis secukupnya.
Lebih baik minum air putih, teh tanpa gula, atau infused water.
2. Melewatkan waktu makan
Melewatkan waktu makan menyebabkan tubuh melepaskan glukosa yang tersimpan dan hormon stres bernama kortisol.
Keduanya dapat menyebabkan terjadinya lonjakan gula darah.
Cobalah sarapan setiap hari untuk menghindari makan berlebihan di siang hari dan mengurangi lonjakan gula darah setelah makan siang dan makan malam.
Baca juga: 8 Buah-buahan Terbaik untuk Penderita Diabetes, Bantu Mengelola Gula Darah Secara Alami
3. Kurang mengonsumsi protein dan serat
Protein dan serat memperlambat pencernaan dan membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan.
Sebuah studi tahun 2020 terhadap penelitian diabetes 2 menemukan, mengonsumsi protein dan sayuran sebelum karbohidrat dapat menurunkan kadar gula darah setelah makan hingga 40 persen/.
Sertakan protein seperti tahu, kacang-kacangan, ayam, dan serat seperti sayuran dan biji-bijian utuh dalam setiap makanan atau camilan yang Anda konsumsi.
4. Konsumsi makanan siap saji
Makanan cepat saji penuh dengan karbohidrat olahan, lemak tidak sehat, dan kalori berlebih, yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
Lebih sering memasak di rumah dikaitkan dengan tingkat diabetes 2 dan obesitas yang lebih rendah.
Cobalah menyiapkan lebih banyak makanan di rumah dengan bahan-bahan yang ramah bagi kadar gula darah, seperti protein tanpa lemak, lemak sehat, dan karbohidrat tinggi serat.
Baca juga: 14 Fakta Kesehatan Biji Wijen, Kontrol Gula Darah hingga Turunkan Kolesterol
5. Gaya hidup tidak aktif
Gaya hidup kurang aktif meningkatkan risiko penyakit termasuk diabetes tipe 2.
Bahkan aktivitas singkat seperti jalan kaki 10 menit setelah makan malam dapat membantu mengelola kadar gula darah.
Orang dewasa membutuhkan 150 menit aktivitas sedang atau 75 menit aktivitas berat setiap minggu.
Padukan setidaknya dengan dua hari latihan kekuatan.
6. Stres
Stres melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol, yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
Stres yang terus-menerus juga dapat membuat Anda lebih lapar dan meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.
Atasi stres dengan aktivitas yang menenangkan seperti berjalan kaki, meditasi, dan menulis jurnal.
Baca juga: 8 Fakta Olahraga di Luar Ruangan Baik untuk Kesehatan Tubuh
7. Kafein
Latte atau minuman energi di pagi hari memang dapat menyegarkan tubuh.
Tetapi, minuman ini juga dapat meningkatkan kadar gula darah karena adanya tambahan gula.
Minuman tersebut kekurangan nutrisi seperti serat dan protein, yang membantu menstabilkan gula darah.
Mengonsumsinya saat perut kosong dapat memperburuk dampaknya pada gula darah Anda.
Jika Anda menyukai kopi, cobalah untuk minum kopi hitam tanpa tambahan gula atau susu dan padukan dengan sarapan dengan tinggi protein dan serat.
8. Dehidrasi
Dehidrasi dapat meningkatkan kadar gula darah karena asupan air yang rendah, serta meningkatkan hormon seperti vasopresin dan kortisol.
Hormon-hormon ini dapat memengaruhi pengaturan glukosa.
Minumlah air sepanjang hari, bukan hanya saat haus saja.
Meningkatkan asupan air dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Baca juga: 8 Makanan Mudah Dicerna yang Bagus Dikonsumsi Sebelum Olahraga, Bisa Meningkatkan Energi
9. Kurang tidur
Kurang tidur dapat memengaruhi kadar gula darah Anda.
Kurang tidur meningkatkan perubahan gula darah dan meningkatkan rasa lapar serta keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.
Tidurlah setidaknya 7 jam setiap malam dan jika mengalami kesulitan tidur, konsultasikan dengan dokter atau spesialis tidur.
Itulah beberapa kebiasaan yang tanpa disadari ternyata dapat meningkatkan kadar gula darah.
Cobalah untuk memperbaiki gaya hidup dan pola makan Anda agar kadar gula darah terjaga dengan baik.
(Tribunhealth.com)
Baca juga: 4 Waktu Terbaik Makan Almond, Bantu Jaga Kadar Gula Darah hingga Kadar Kolesterol