Bocah WNI 6 Tahun Tewas Usai Tertabrak Mobil di Singapura, Sopir Sempat Ngeyel, KBRI Kawal Kasus
Eri Ariyanto February 10, 2026 10:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tragedi memilukan menimpa Sheyna Lashira (6), seorang bocah Warga Negara Indonesia (WNI)  yang tewas setelah tertabrak mobil di Singapura.

Insiden maut tersebut terjadi saat kendaraan diduga melaju tidak semestinya di area parkir, sementara sang sopir disebut sempat ngeyel dan membantah kesalahannya di lokasi kejadian.

Kasus ini kini menjadi sorotan serius, dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura turun tangan mengawal proses hukum serta memastikan perlindungan hak bagi keluarga korban.

Baca juga: 5 Fakta Sheyna Bocah WNI Tewas Tertabrak di Singapura, Mobil Diduga Salah Arah saat Keluar Parkiran

Kecelakaan maut terjadi di area parkir samping Kuil Relik Gigi Buddha, kawasan Chinatown, Singapura, Jumat (6/2/2026). 

Akibatnya, seorang bocah perempuan warga negara Indonesia (WNI) bernama Sheyna Lashira meninggal dunia.

Kecelakaan tersebut juga menyebabkan ibunya (31) mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Lantas, bagaimana kronologi kecelakaan itu?

Kronologi kecelakaan

Dikutip dari Asia One, Jumat (7/2/2026), berdasarkan kesaksian saksi mata di lokasi, peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 11.50 waktu setempat. 

Saat itu, korban bersama ibunya tengah berjalan kaki di area parkir South Bridge Road.

Di saat yang bersamaan, sebuah mobil yang dikendarai wanita berusia 38 tahun bergerak hendak keluar dari tempat parkir. 

Namun, pengemudi diduga tidak memperhatikan kondisi jalan dengan menyeluruh saat akan berbelok.

"Wanita itu sedang mengemudi keluar dari tempat parkir. Dia tidak melihat pejalan kaki di sebelah kanannya," Nguyen Thi Hanh, seorang saksi mata yang berada tepat di belakang korban dalam unggahannya. 

"Dia hanya melihat ke kiri ketika dia berbelok ke kanan," sambungnya.

Akibat salah arah pandang tersebut, mobil langsung menghantam tubuh ibu dan anak tersebut.

WNI KECELAKAAN DI SINGAPURA - Kolase potret Sheyna ketika merayakan ultah keenam pada akhir 2025. Bibi ungkap keseharian Sheyna sebelum jadi korban kecelakaan di Singapura.
WNI KECELAKAAN DI SINGAPURA - Kolase potret Sheyna ketika merayakan ultah keenam pada akhir 2025. Bibi ungkap keseharian Sheyna sebelum jadi korban kecelakaan di Singapura. (Instagram/Instagram/@raishaanindra)

Ayah korban datang sesaat setelah kejadian

Saksi menyebutkan bahwa ayah korban tiba di lokasi sekitar dua menit setelah tabrakan terjadi.

Ia tampak terduduk lemas sambil memeluk erat tubuh putrinya yang sudah tak berdaya di atas aspal. Di sampingnya, sang istri tergeletak tak sadarkan diri.

Beberapa pejalan kaki, termasuk seorang tenaga medis berpakaian seragam bedah, langsung berlari memberikan bantuan darurat sembari menunggu ambulans tiba.

Petugas medis dari Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) sempat melakukan prosedur resusitasi jantung paru (CPR) untuk menyelamatkan nyawa bocah tersebut sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Umum Singapura (SGH).

Pengemudi sempat ngeyel dan bela diri

Menurut saksi mata, pengemudi mobil keluar dari kendaraannya dalam kondisi panik, namun sempat mengeluarkan pernyataan yang seolah tidak mau disalahkan.

"Pengemudi itu keluar dan berusaha membela diri dengan menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah," ungkap saksi dalam unggahannya.

Namun, pihak kepolisian Singapura mengambil tindakan tegas. 

Pengemudi wanita tersebut telah ditangkap atas dugaan mengemudi tanpa pertimbangan yang wajar yang menyebabkan kematian.

Sementara, bocah berusia 6 tahun tersebut dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. 

Sang ibu kini masih harus menjalani perawatan intensif akibat cedera serius yang dialaminya.

KECELAKAAN MAUT - Lokasi kecelakaan di kawasan Kuil Relik Gigi Buddha di Chinatown, Singapura, Jumat, 6 Februari 2026 sekira 11:50 pagi waktu Singapura. ((Ist)/Istimewa/Kanal YouTube KompasTV)

KBRI Kawal Kasus Kecelakaan yang Tewaskan Anak WNI di Singapura

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan hingga seluruh proses penanganan selesai kepada keluarga WNI yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas saat berwisata di negara tersebut.

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Heni Hamidah mengatakan, insiden tabrakan mobil tersebut terjadi pada Jumat (6/2/2026) pagi, dan mengakibatkan seorang anak WNI, Sheyna Lashira (6), meninggal dunia.

“KBRI Singapura telah menghubungi keluarga korban dan bertemu dengan ayah korban, serta mendatangi rumah sakit tempat korban berada untuk memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan,” kata Heni, seperti dilansir dari Antara, pada Senin (9/2/2026).

Menurut Heni, KBRI Singapura juga telah menjalin komunikasi dengan otoritas setempat guna memastikan seluruh prosedur administratif berjalan dengan semestinya, terutama terkait pengurusan pemulangan jenazah korban anak ke Indonesia.

Dia memastikan bahwa jenazah korban telah kembali ke Tanah Air pada Minggu (8/2/2026) 06.50 WIB untuk dimakamkan. Korban kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

Sementara itu, ibu korban, Raisha Anindra (31), hingga kini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit Singapura.

“KBRI Singapura akan senantiasa berkoordinasi erat, baik dengan pihak otoritas setempat dan keluarga korban kecelakaan, untuk memantau perkembangan penanganan dan memberikan pendampingan yang diperlukan,” ucap Heni.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari media sosial, kecelakaan terjadi pada Jumat pagi di area Kuil Relik Gigi Budha di Chinatown, Singapura.

Para korban, yang merupakan ibu dan anak, dilaporkan tertabrak sebuah mobil yang keluar dari tempat parkir. Sementara, sang ayah luput dari tabrakan.

Terkait pengemudi yang menabrak kedua korban, Heni mengatakan pihaknya sudah mendapat informasi bahwa si sopir, seorang perempuan warga negara asing di Singapura, telah ditahan oleh penegak hukum setempat.

(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.