Asal-usul Desa Bendo di Nogosari Boyolali : Legenda Ki Singo Taruno dan Sendang Bendo yang Sakral
Hanang Yuwono February 10, 2026 05:12 PM

 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Desa Bendo terletak di Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia.

Lokasi Desa Bendo ini berjarak 24 kilometer dari pusat Kota Solo dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 49 menit kendaraan pribadi.

Berdasarkan cerita para sesepuh desa, sejarah Desa Bendo tidak lepas dari tokoh legendaris Ki Singo Taruno.

Baca juga: Asal-usul Pabrik Karung Goni Delanggu Klaten yang Kini Tinggal Sejarah : Produknya Pernah Mendunia

Legenda Ki Singo Taruno

Suatu hari, saat berburu, Ki Singo Taruno menemukan sebuah mata air yang kemudian dikenal sebagai Sendang Bendo.

Ia berujar bahwa apabila tempat tersebut ramai, maka tempat itu dinamakan Dukuh Sendang.

Di sebelah barat sendang tersebut terdapat pohon besar yang dinamakan Dukuh Bendo, yang kemudian menjadi cikal bakal nama Desa Bendo.

Di tepi sendang juga terdapat petilasan dan makam kuno yang dahulu digunakan untuk pembuatan senjata pada zaman Kerajaan Mataram hingga kini.

Baca juga: Asal-usul Stasiun Solo Jebres, Dibangun Hindia Belanda Tahun 1880, Dulu Layani Keluarga Keraton

Geografi dan Administrasi

Desa Bendo merupakan salah satu desa terkecil di Kecamatan Nogosari dengan luas sekitar 2,47 km⊃2;. Berdasarkan data BPS Boyolali 2020, desa ini dihuni oleh sekitar 2.340 jiwa.

Wilayah desa terbagi menjadi berbagai fungsi, termasuk fasilitas umum, permukiman, dan lahan ekonomi.

Mata pencaharian utama masyarakat adalah pertanian, dengan padi sebagai komoditas unggulan.

Data Administratif:

  • Provinsi: Jawa Tengah
  • Kabupaten: Boyolali
  • Kecamatan: Nogosari
  • Kode Pos: 57378
  • Luas: 246,5820 Ha

Baca juga: Asal-usul Umbul Dudo di Boyolali, Ada Legenda Tragis Terkait Namanya

Kisah Sendang Bendo

Nama Desa Bendo erat kaitannya dengan Sendang Bendo, mata air yang masih ada hingga kini dan berada di samping masjid warga.

Meskipun pohon bendo yang menjadi ikon desa sudah tidak ada lagi, nama desa tetap melekat.

Sendang ini masih dimanfaatkan warga untuk kegiatan religius, seperti berdoa agar berhasil dalam pekerjaan atau kenaikan pangkat.

Desa Bendo terdiri dari sembilan dukuh:

  • Dukuh Sendang
  • Dukuh Gembusan
  • Sidorejo
  • Bendo
  • Cengklik
  • Wonosido
  • Jenalas
  • Gringsing
  • Pilang dan Sambung

Potensi Pertanian

Pertanian menjadi sumber penghidupan utama warga Desa Bendo.

Mayoritas sawah di desa ini merupakan sawah tadah hujan, namun tetap menjadi komoditas penting untuk padi.

Potensi pertanian ini menjadi fondasi ekonomi desa, dengan peluang pengembangan lebih lanjut melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.