Kisah Cewek Manado Wianda Rahman Membagi Waktu Antara Bisnis dan Kuliah
Isvara Savitri February 11, 2026 09:22 AM

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Sibuk kuliah tak menjadikan perempuan asal Manado, Wianda Astia Rahman (20), berpaku pada satu aktivitas.

Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa yang sedang menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Wianda tetap berusaha mandiri.

Wianda adalah mahasiswa semester 5 Manajemen Pendidikan Islam di Institus Agama Islam Negeri (IAIN) Manado.

Ia mengelola usaha minuman boba bernama Kingsa Boba yang ada di Kampus C Poltekkes Kemenkes, Jalan Manguni Raya, Kelurahan Malendeng, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Usaha minuman boba yang dikelola Wianda ini awalnya dirintis oleh tantenya pada tahun 2024.

Namun, karena tantenya harus bekerja di luar daerah dan tidak ada lagi yang melanjutkan usaha tersebut, Wianda memutuskan untuk mengambil alih.

Wianda mengaku memilih melanjutkan bisnis boba karena jenis usaha ini tergolong mudah dijalankan dan memiliki banyak peminat, terutama saat tren minuman boba mulai berkembang.

“Waktu itu lagi awal tren boba, jadi banyak yang minat,” katanya.

Saat ini, Wianda menjalankan usahanya seorang diri. 

Seluruh resep minuman masih menggunakan resep asli dari tantenya tanpa perubahan.

LIPUTAN UMKM - Owner Kingsa Boba, Wianda Astia Rahman. Boothnya ada di Kampus C Poltekkes Kemenkes, Jalan Manguni Raya, Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara.
LIPUTAN UMKM - Owner Kingsa Boba, Wianda Astia Rahman. Boothnya ada di Kampus C Poltekkes Kemenkes, Jalan Manguni Raya, Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara. (Tribun Manado/Isvara Savitri)

Suka duka telah ia jalani meski belum setahun menjalankan bisnis ini.

Ia paling suka jika dagangannya laris.

Sisi positif dari lokasi usaha di lingkungan kampus adalah saat ada kegiatan yang menghadirkan banyak peserta, dagangannya bisa ramai dikunjungi.

Dukanya adalah ketika libur mahasiswa, bisnisnya terdampak.

“Kalau mahasiswa libur, otomatis sepi,” tutur Wianda.

Selain menjalankan usaha, Wianda juga tengah menjalani PPL di SMK Negeri 3 Manado.

Ia mengajar siswa pada pukul 07.00-16.00 Wita.

Untuk membagi waktu, ia dibantu oleh anggota keluarga saat dirinya sedang berada di sekolah.

“Kalau saya PPL, ada saudara yang bantu jaga kios,” jelasnya.

Dalam menghadapi persaingan usaha, Wianda memilih untuk menjalin hubungan baik dengan pedagang lain. 

Baca juga: Jalan Walanda Maramis Manado Berlubang, Warga Sebut Bikin Macet

Baca juga: Vicky Lumentut Jadi Komut Bank SulutGo Gantikan Ramoy Luntungan, Ini Susunan Komisaris dan Direksi

Ia bahkan sering berbagi ide untuk meningkatkan daya tarik produk.

Bagi Wianda, usaha ini merupakan pekerjaan sampingan yang sangat berarti. 

Selain membantu kebutuhan sehari-hari, penghasilan dari berjualan juga disiapkan sebagai tabungan setelah lulus nanti.

“Ini memang sampingan, tapi mau dipertahankan terus,” tuturnya.

Profil Singkat

Nama: Wianda Astia Rahman (Wia)

Tempat dan tanggal lahir: Gorontalo, 20 Oktober 2005

Pekerjaan: mahasiswa

Medis sosial:

Instagram @wiandarahman20_

Facebook Wianda Rahman

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.