TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSBS Biak menunjuk Marian Mihail sebagai pelatih anyar.
Keputusan ini diambil setelah beberapa bulan tim ditangani asisten pelatih Kahudi Wahyu Widodo.
Selama masa kepelatihannya, hasil yang diraih terbilang cukup baik.
Dari enam pertandingan yang dijalani, PSBS Biak berhasil mengumpulkan lima poin, dengan rincian satu kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Saat ini PSBS Biak berada di posisi ke-15 klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 17 poin, hanya terpaut dua angka dari zona degradasi.
Melihat situasi tersebut, manajemen klub berjuluk Badai Pasifik mendatangkan pelatih asal Eropa Timur, Marian Mihail, yang berkewarganegaraan Rumania.
Mihail dikenalkan ke publik pada Selasa (10/2/2026).
Sebelumnya dia tampak hadir menyaksikan laga PSBS Biak vs PSM Makassar pekan lalu.
Mihail memiliki rekam jejak yang cukup mentereng, di antaranya pernah menjadi analis Tim Nasional Rumania pada periode 2012–2014.
Di kancah sepak bola Indonesia, ia juga pernah menukangi PSS Sleman, tim yang dikenal dengan julukan Super Elang Jawa.
Manajer PSBS Biak, Alex Yarangga, berharap kehadiran pelatih kepala baru ini mampu membawa perubahan positif, khususnya dalam menghadapi putaran kedua kompetisi Indonesia Super League musim 2025/2026.
Ia menilai kondisi tim saat ini masih acknowledged sedang berjuang keluar dari ancaman degradasi dan membutuhkan dorongan motivasi baru.
“Target kami tidak muluk-muluk. Kami berharap pelatih Mihail mampu membawa PSBS Biak bertahan di kompetisi ini terlebih dahulu, dan ke depan tim bisa berkembang menjadi lebih baik,” ujar Alex, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Lini Serang Dirasa Oke, PSS Sleman Fokus Evaluasi Pertahanan
Tugas tersebut tentu tidak mudah bagi pelatih berusia 67 tahun itu.
Persaingan klub-klub Super League yang ketat menuntutnya meramu strategi terbaik bagi tim Badai Pasifik.
Kondisi tim juga diperberat dengan sanksi yang saat ini membuat PSBS belum bisa menambah pemain baru.
Meski demikian, Mihail mengaku optimistis dengan kualitas skuad yang ada.
“Saya sudah mengetahui situasi tim saat ini. Pemain yang ada menurut saya sudah bagus, tinggal memperbaiki beberapa aspek permainan. Saya senang dengan kerja keras para pemain, baik saat melakukan pressing maupun ketika menyerang, meskipun hasil beberapa pertandingan belum maksimal,” ujarnya.
Ia juga menyebut salah satu pemain yang pernah dilatihnya di United City FC Filipina, yakni Nur Hidayat Haris.
Menurut Mihail, Nur Hidayat merupakan pemain penting karena memiliki kemampuan bertahan yang baik dan kontribusi besar bagi tim.
“Saya tahu ini tugas berat untuk membawa tim menjauh dari zona degradasi. Namun saya melihat persaingan liga cukup merata, tidak ada tim yang terlalu dominan. Saat menghadapi Persib Bandung, misalnya, PSBS mampu mengimbangi permainan meski akhirnya kalah. Harapan saya, PSBS tetap bisa bertahan di Liga Super,” tambahnya.
Kehadiran Marian Mihail sebagai pelatih kepala diharapkan mampu meningkatkan motivasi skuad Badai Pasifik sekaligus menjadi langkah awal agar PSBS Biak tetap eksis di Liga Super Indonesia pada musim-musim mendatang. (*)