Distribusi Bertahap Program Kartu Huma Betang Sejahtera Targetkan 1.500 Titik Tersebar di Kalteng
Sri Mariati February 12, 2026 07:50 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atau Pemprov Kalteng menyaluran atau distribusi Program Kartu Huma Betang Sejahtera, akan dilakukan bertahap tahun ini. Sebanyak 1.500 titik tersebar di Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Launching program dulu. Proses pendistribusian kan perlu bertahap karena Kalimantan Tengah ini wilayahnya sangat luas, ada kurang lebih 1.500 titik yang harus disebar,” ujarnya Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana.

Jelasnya, saat ini mereka tengah mempersiapkan launching perdana pada 20 Februari 2026 mendatang.

“Nantinya launching akan dilakukan langsung oleh Gubernur Kalteng Agustiar Sabran,” ucapnya. 

Sembari menunggu launching pihaknya, sudah melakukan kesiapan terkait infrastruktur pendukung meliputi sistem data, server, hingga pola kerja dan infrastruktur teknologi informasi.

“Sejauh ini infrastruktur kita sudah siap semua. Tinggal proses pendistribusian dan verifikasi lapangan,” kata Rangga.

Ia menambahkan, proses pendistribusian ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan hingga kartu benar-benar diterima seluruh penerima manfaat.

Terkait jumlah kartu yang akan disalurkan, Rangga menyebut hingga saat ini masih dalam pembahasan intensif bersama tim yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah.

Meski demikian, ia menegaskan kesiapan dari sisi teknologi sudah mencapai 100 persen.

Diskominfosantik bertanggung jawab pada pengelolaan data, server, serta sistem kerja yang akan digunakan dalam program tersebut.

Rangga menekankan pentingnya proses verifikasi dan validasi data agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Verifikasi akan dilakukan langsung di lapangan oleh petugas dari Dinas Sosial, dibantu Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta aparatur desa.

“Karena berkaitan dengan data, perlu cross-check dan verifikasi ulang di lapangan. Jangan sampai bantuan ini tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat yang belum terdata namun dinilai layak menerima bantuan. 

“Kanalnya sudah kami siapkan. Jadi kalau ada masyarakat yang layak tapi belum terdata, bisa dilaporkan untuk diverifikasi. Ada opsi offline dan online, untuk online basisnya nanti melalui WhatsApp,” jelas Rangga.

Baca juga: Launching Kartu Huma Betang Sejahtera 20 Februari, Pemprov Buka Kanal Laporan Warga Belum Terdata

Baca juga: Pemprov Kalteng Matangkan Skema Sekolah dan Kuliah Gratis Program Kartu Huma Betang

Namun demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk jujur dalam mengajukan bantuan. 

Menurutnya, indikator kelayakan sudah ditetapkan oleh Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

“Harapannya masyarakat jujur dengan dirinya sendiri. Kalau memang sudah mampu, sebaiknya mengukur diri. Tapi kalau memang layak dibantu, pemerintah tentu akan berupaya memberikan yang terbaik,” tandasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.