Gerbang Kember Diluncurkan, Mas Rusdi Targetkan 19.857 ATS Kembali Sekolah
Haorrahman February 12, 2026 09:50 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Pemkab Pasuruan resmi meluncurkan Program Gerakan Bangkit Kembali Belajar (GERBANG KEMBAR) sebagai langkah konkret menekan angka anak tidak sekolah (ATS) yang masih tergolong tinggi.

Program tersebut diluncurkan langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (12/2/2026).

Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan perjanjian kinerja prioritas pembangunan antara Bupati dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Mulai Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi.

Selain itu, enam camat dari wilayah dengan angka ATS relatif tinggi juga turut menandatangani komitmen kinerja, yakni Camat Lekok, Kraton, Pasrepan, Kejayan, Wonorejo, dan Nguling.

Baca juga: Hasil Survei IKM 2025, Pelayanan Sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan Raih Predikat “Sangat Baik”

Bupati menegaskan, GERBANG KEMBAR tidak boleh berhenti sebagai seremoni atau sekadar slogan.

Program tersebut harus diterjemahkan dalam target yang jelas, indikator yang terukur, serta tanggung jawab yang spesifik di setiap perangkat daerah.

“Setiap target harus memiliki angka. Setiap program harus berdampak. Setiap OPD harus memberi kontribusi nyata. Keberhasilan kita bukan diukur dari banyaknya program, melainkan dari perubahan yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2026, tercatat sebanyak 19.857 anak di Kabupaten Pasuruan masuk kategori anak tidak sekolah.

Angka tersebut mencakup anak yang belum pernah sekolah, putus sekolah (drop out), maupun yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Menurut Mas Rusdi, sapaan akrabnya, jumlah tersebut bukan sekadar statistik, melainkan persoalan serius yang berdampak langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Baca juga: Kilang LNG Mini Pertama di Jawa Resmi Beroperasi di Pasuruan, Gas Bumi HCML Jadi Pemasok Utama

“Selama angka ATS masih tinggi, peningkatan IPM akan berjalan lambat. Karena itu, ini harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Ia menekankan, penanganan anak tidak sekolah merupakan strategi utama dalam percepatan pembangunan manusia di Kabupaten Pasuruan.

Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Melalui GERBANG KEMBAR, Pemkab Pasuruan menargetkan penurunan signifikan angka ATS melalui penguatan pendidikan formal maupun nonformal, serta pelibatan aktif berbagai pihak.

Baca juga: Partai Gerindra Pasuruan Rayakan HUT Ke-18 dengan Tasyakuran dan Santuni Anak Yatim

Kolaborasi itu mencakup Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Agama, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi, seluruh OPD di lingkungan Pemkab Pasuruan, hingga pemerintah kecamatan dan desa.

Tak hanya itu, lembaga profesi, organisasi kemasyarakatan, dan media juga diharapkan ikut ambil bagian.

“Ini kerja bersama. Semua harus bergerak agar anak-anak kita kembali ke bangku pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik,” urainya.

Peluncuran GERBANG KEMBAR, Pemkab Pasuruan menegaskan komitmen untuk menjadikan penuntasan anak tidak sekolah sebagai agenda prioritas pembangunan tahun 2026.

“Ini juga sekaligus fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah agar lebih baik ke depannya,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.