Perdana Nyalakan Moge SRK 800RR, Udin: Getarannya Sampai ke Dada
Kiki Novilia February 12, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Udin (40) merasa deg-degan saat menyalakan motor gede (moge) SRK 800 RR dalam gelaran uji coba motor di QJ Motor Lampung.

Setelan khas anak motor moge, Udin tampil dengan jaket berwarna hitam lengkap dengan emblem klub di kanan kiri dan belakang rompinya. Tak ketinggalan sepatu hitam pekat, menambah kesan gahar anak motor.

"Biasanya cuma lihat di YouTube. Dengar suaranya saja sudah merinding. Tapi pas tadi saya pegang langsung dan tekan tombol starter, rasanya beda banget," ujar Udin, saat mencobai motor SRK 800 RR di grand opening QJ Motor Lampung di Way Halim, Kamis (12/2/2026).

Menurut Udin, momen paling menegangkan adalah saat ia duduk di atas motor tersebut. Dengan bobot motor yang mencapai lebih dari 200 kilogram, Udin sempat merasa canggung.

Baca juga: Alasan Pemkot Gelar Pemilihan Muli Mekhanai Bandar Lampung Tanpa Karantina Peserta

Akan tetapi, setelah mendapat arahan dari pihak dealer, ia memberanikan diri memutar kunci dan menekan tombol starter. Perasaan tersebut disebutnya sampai bergetar ke dada. 

"Pas tombolnya ditekan, suaranya langsung gerrr dalam banget. Getarannya terasa sampai ke dada. Deg-degan campur kagum," katanya sambil tersenyum.

Raungan mesin 800 cc itu sontak menarik perhatian sejumlah pengunjung showroom. Suara knalpot yang berat dan bertenaga terdengar berbeda dibanding motor pada umumnya.

Udin mengaku, hanya dengan memutar gas sedikit saja, respons mesin sudah sangat terasa.

"Belum jalan saja sudah terasa tenaganya. Baru dipelintir sedikit, RPM langsung naik halus tapi galak," ujarnya.

Sensasi Berbeda dari Motor Harian

Selama ini, Udin terbiasa menggunakan motor 155 cc untuk aktivitas sehari-hari. Karena itu, perbedaan karakter mesin sangat ia rasakan.

"Kalau motor biasa kan tarikannya bertahap. Ini beda, torsinya besar sekali. Rasanya seperti ada tenaga yang siap dilepas kapan saja," ungkapnya.

Meski demikian, Udin hanya mencoba motor tersebut di area terbatas dan tidak sampai membawanya ke jalan raya. Ia mengaku masih perlu banyak belajar sebelum benar-benar mengendarai moge di jalan umum.

"Saya sadar motor sebesar ini tidak bisa sembarangan. Harus punya pengalaman dan mental yang siap," katanya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.