Terjebak Cinta Dunia Maya, Pria Asal Minahasa Sulut Rugi Jutaan Rupiah Akibat Love Scamming
Rizali Posumah February 12, 2026 10:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Kasus love scamming tengah hangat diperbincangkan di Sulawesi Utara. 

Modus penipuan berkedok asmara di media sosial ini bahkan telah memakan korban di sejumlah daerah.

Salah satu korban adalah B, pria asal Kabupaten Minahasa. 

Saat diwawancarai pada Kamis (12/2/2026) malam via WhatsApp,  ia mengisahkan pengalamannya menjadi korban penipuan yang terjadi sekitar dua tahun lalu.

Ketika itu, B bekerja di salah satu tambang di Maluku Utara. 

Ia mengaku berkenalan dengan seorang perempuan melalui Facebook secara tidak sengaja. 

Foto profil perempuan tersebut yang dinilainya menarik membuatnya tertarik untuk berkomunikasi.

Akhirnya keduanya menjalani komunikasi. semua tampak mulus, bahkan wanita tersebut, kata dia terus memberikan respon positif.

“Awalnya cuma pesan singkat, lalu lanjut kirim voice note sampai teleponan,” ujar B.

Hubungan komunikasi keduanya berlangsung sekitar dua bulan. 

B sempat beberapa kali mengajak untuk melakukan panggilan video. 

Namun, ajakan tersebut kerap ditolak. 

Pernah sekali dilakukan video call, tetapi perempuan itu hanya memperlihatkan bagian dahinya saja.

“Saya maklum, karena pikir mungkin masih malu, tapi saya terus meminta untuk video call,” katanya.

Perempuan tersebut mengaku tinggal di Manado dan berjanji akan bertemu saat B pulang cuti ke Manado. 

Seiring waktu, komunikasi semakin intens hingga akhirnya pelaku mulai meminta uang dengan alasan membeli paket data, awalnya sebesar Rp 50 ribu.

Karena nominalnya kecil, B tidak menaruh curiga. 

Namun, permintaan uang terus berlanjut dengan jumlah yang semakin besar. 

Bahkan, pelaku meminta bantuan untuk membayar kredit handphone baru dengan alasan ponsel lamanya rusak.

“Katanya beli HP baru, jadi saya bantu bayar. Harganya sekitar satu juta rupiah,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, B mengaku telah mengirimkan uang sebanyak enam kali dengan total jutaan rupiah.

Kecurigaan mulai muncul saat ia hendak pulang cuti dan berencana menemui perempuan tersebut di Manado. 

Namun sehari sebelum keberangkatannya, nomor telepon perempuan itu sudah tidak aktif. 

Akun Facebook yang digunakan untuk berkomunikasi juga telah hilang.

“Di situ saya sadar kalau saya sudah ditipu,” ujarnya.

B berharap pengalamannya bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal di media sosial.

“Jangan terlalu cepat percaya, apalagi kalau belum pernah ketemu langsung,” pesannya.

Apa Itu Love Scamming?

Love scamming merupakan modus penipuan yang memanfaatkan hubungan emosional atau asmara secara daring untuk mendapatkan keuntungan finansial dari korban. 

Pelaku biasanya menggunakan identitas palsu dan foto menarik untuk membangun kedekatan.

Lalu secara bertahap meminta uang dengan berbagai alasan.

Korban umumnya dibuat percaya melalui komunikasi intens, janji pertemuan, hingga cerita-cerita yang menyentuh empati.

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.