Tekan Lonjakan Harga Jelang Ramadan, Pemkab Banjar Siapkan Operasi Pasar
Hari Widodo February 12, 2026 11:42 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mulai memetakan langkah pengendalian harga bahan pokok yang berpotensi merangkak naik.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah pelaksanaan pasar murah serta Gerakan Pangan Murah di sejumlah titik strategis.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Banjar, Rachmad Ferdiansyah, Kamis (12/2/2026) mengatakan agenda tersebut merupakan bagian dari rencana aksi tahunan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan.

“Langkah awal yang kami siapkan adalah pasar murah. Biasanya digelar menjelang atau saat Ramadan, sering juga beriringan dengan Safari Ramadan. Insyaallah tahun ini tetap ada,” ujarnya.

Baca juga: Penataan Sekumpul Kembali Dibahas, Pemkab Banjar Fasilitasi Pedagang

Menurut Rachmad, intervensi dilakukan melalui dua pola. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) akan menggelar pasar murah, sedangkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) melaksanakan Gerakan Pangan Murah.

Pelaksanaan kegiatan akan diprioritaskan di pasar-pasar yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga. Namun, teknis dan jadwalnya masih menyesuaikan kondisi harga di lapangan.

“Kami lihat dulu perkembangan harga. Biasanya saat Safari Ramadan kami lakukan intervensi di titik-titik tertentu, terutama pasar strategis,” jelasnya.

Dari evaluasi tahun sebelumnya, beberapa komoditas yang kerap mengalami lonjakan harga menjelang Ramadan antara lain cabai, bawang, aneka bumbu dapur, serta daging merah.

Rachmad menilai tingginya konsumsi masyarakat terhadap daging dan bawang menjadi faktor utama fluktuasi harga. Terlebih untuk bawang, pasokan masih didominasi dari luar daerah.

“Bawang ini masih banyak didatangkan dari luar, jadi kalau distribusi terganggu sedikit saja, harga bisa langsung naik,” katanya.

Sementara itu, untuk komoditas beras, Pemkab Banjar memastikan stok relatif aman. Surplus panen sebelum terjadinya banjir beberapa waktu lalu disebut masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Beras aman. Informasi yang kami terima, masyarakat juga masih memiliki cadangan hasil panen,” tambahnya.

Baca juga: Ulah Reza Arap Tuai Reaksi Netizen Kalsel, Gegara Lagu Banjar Soundtrack Film Kuyank di Marapthon

Pemkab Banjar berharap melalui pasar murah dan gerakan pangan murah, daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan. Pemerintah daerah juga memantau pergerakan Angka Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai indikator stabilitas.

“Setelah sempat naik pada Desember lalu, sejak Januari harga mulai terkendali dan relatif normal. Harapannya kondisi ini bisa terus dipertahankan,” urainya. (Banjarmasinpost.co.id/ Nurholis Huda)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.