Ustadz Adi Hidayat Beberkan Amalan Rasulullah di Akhir Bulan Syaban, Persiapan Sambut Ramadhan 2026
Mulyadi Danu Saputra February 12, 2026 11:42 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bulan Syaban 1447 H/2026 telah memasuki pekan terakhir.

Jumat (13/2/2026) besok merupakan Jumat terakhir di bulan Syaban tahun ini.

Seiring itu, Ramadhan 1445 H yang tinggal menghitung hari. 

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu (18/2/2026).

Sedangkan Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal bulan suci Ramadan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026. 

Sebelum benar-benar meninggalkan bulan Syaban, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan sejumlah amalan yang bisa dilakukan sebagai penutupnya.

Baca juga: Ustadz Adi Hidayat Sampaikan Doa Awal Ramadhan 1447 H, Berikut Amalan Jelang Puasa 2026

Diketahui, selain jadi bulan yang paling dekat dengan Ramadan, Syaban juga memiliki keistimewaan bagi kaum muslim

Di antaranya bulan diangkatnya amal, banyakmya limpahan pahala, turunnya ayat selawat, waktu berpindahnya kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram di Kota Makkah, hingga menjadi bulannya pembaca Al-Qur’an.

Dengan dijalankannya amalan pada akhir bulan Syakban ini, diharapkan bisa meningkatkan dan mengoptimalkan persiapan umat muslim jelang tibanya bulan Ramadan.

Hal ini seperti yang disampaikan Ustadz Adi Hidayat lewat unggahan video di kanal YouTube miliknya, Jumat (1/3/2024).

Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat, satu amalan yang dikerjakan Nabi selama bulan Syakban adalah memperbanyak puasa sebagaimana dalam kitab Sunan an-Nasa'i nomor hadis 2.357 (nomor hadits bisa berbeda sesuai cetakan) dan diriwayatkan dari sahabat nabi, Usamah bin Zaid.

Alasan Nabi Muhammad berpuasa di bulan Syaban, pertama, untuk membiasakan perbuatan baik. Kedua, kesiapan untuk memasuki bulan Ramadan.

“Nabi menganjurkan kepada kita tentang satu amalan yang cerdas yang sekali dikerjakan amalan lain semua ikut.”

“Ini jadi keistimewaan nabi SAW yang menunjukkan bahwa beliau dibimbing oleh Allah SWT, Apa buktinya? Bisa saja Nabi perbanyak baca Al-Qur’an misalnya, salat malamnya tapi yang dikerjakan Nabi justru puasa,” jelas Ustadz Adi Hidayat.

Amalan Lain Dikerjakan Nabi

Lebih lanjut Ustadz Adi Hidayat menerangkan, ibadah lain yang mengikuti jalannya puasa adalah amalan seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah hingga melaksanakan salat sunah.

“Jadi ketika Nabi mencontohkan memperbanyak puasa sunah dalam konteks itu juga isiannya ikut, paket ibadahnya ikut. Bukan cuma tahan lapar dan haus,’ ucap Ustadz Adi Hidayat. 

Dan ini dikonfirmasi oleh Sayyidah Aisyah RA dalam riwayat al Bukhari. 

“Beliau mengkonfirmasi bahwa tidak pernah melihat Nabi SAW berpuasa sebanyak Syaban,” paparnya.

Selain menambah pahala, berpuasa selama bulan Syaban juga mejadi metode persiapan tubuh dalam berpuasa selama 30 hari penuh selama Ramadan.

Rasulullah Bikin Sahabat Terkejut

Ustadz Adi Hidayat juga menyampaikan, Rasulullah SAW berikan satu isyarat kepada umat muslim, sebelum sampai ke Ramadan harus sesegera mungkin mencari bekal yang bisa menguatkan ruh, memberikan tenaga, serta kekuatan.

"Jadi, ketika sampai di bulan Ramadan, kita bisa semangat beraktivitas memanfaatkan siang dan malam untuk beribadah seperti khatam Quran dan ibadah lainnya," tutur Adi Hidayat dikutip banjarmasinpost.co.id dari kanal YouTube Adi Hidayat Official.

Orang-orang yang tidak punya persiapan sejak Sya'ban, akan merasakan hal yang berbeda saat masuk bulan Ramadhan, misalnya tampak lemas saat berpuasa karena tidak punya gairah untuk meningkatkan ibadah.

Diriwayatkan oleh sahabat Usamah bin Zaid, Saat masuk bulan Sya'ban Nabi Muhammad memiliki kebiasaan meningkatkan amalan.

"Amalan yang spesifik banyak dikerjakan Nabi SAW itu ternyata puasa," ungkap Ustadz Adi Hidayat.

Banyak sahabat yang heran, imbuh Ustadz Adi Hidayat, karena di bulan Rajab sudah berpuasa, namun di Bulan Syaban Rasulullah SAW melakukan puasa yang lebih banyak lagi.

“Lalu sahabat pun mengkonfirmasi tentang kebiasaan puasa Rasulullah SAW di Bulan Syaban, kemudian Rasulullah SAW menjawab, Bulan Syaban itu agung tidak seperti yang kamu bayangkan, Syaban juga punya keistimewaan,” terang Ustadz Adi Hidayat.

(Banjarmasinpost.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.