BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Proyek pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) indoor tahap I di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar, sempat menjadi sorotan publik.
Pasalnya, proyek bernilai kontrak lebih dari Rp4,9 miliar itu hingga kini baru tampak berupa deretan pondasi di balik pagar seng yang menutup area pekerjaan.
Namun dengan tegas tim dari Disporabudpar langsung membantah dan mengkarifikasi dengan langsung menurunkan tim ke lokasi.
Pantauan di lokasi, Kamis (12/2/2026), belum terlihat bangunan utama berdiri.
Baca juga: Penataan Sekumpul Kembali Dibahas, Pemkab Banjar Fasilitasi Pedagang
Di dalam kawasan proyek hanya tampak puluhan titik pondasi yang tersusun rapi.
Sejumlah bagian lahan bahkan mulai ditumbuhi semak dan rumput liar.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, H Irwan Jaya, menegaskan bahwa pekerjaan tahap I memang difokuskan pada pembangunan struktur dasar, bukan konstruksi gedung secara utuh.
“Pembangunan tahap satu sudah selesai, dikerjakan sejak Juli hingga Desember 2025. Pada tahap ini kami fokus pada pekerjaan struktur, khususnya pondasi,” ujar Irwan.
Ia menjelaskan, pondasi yang digunakan bukan pondasi biasa, melainkan pondasi pancang dengan sistem pile cap.
Setiap tiang pancang memiliki panjang sekitar 13 meter dengan ukuran 40 x 40 sentimeter, disesuaikan dengan kondisi tanah serta peruntukan gedung sebagai fasilitas olahraga multifungsi.
“Biaya cukup besar memang terserap di pondasi. Spesifikasi teknisnya menggunakan pancang yang menyesuaikan kondisi tanah dan rencana fungsi bangunan ke depan,” jelasnya.
Terkait area proyek yang terlihat ditumbuhi rumput, Irwan menyebut hal tersebut terjadi karena pekerjaan tahap pertama telah rampung lebih awal.
Sementara itu, proses penganggaran dan lelang untuk tahap kedua masih menunggu tahapan administrasi.
“Secara teknis, pekerjaan tahap satu sudah sesuai perencanaan. Tahap kedua masih berproses,” tambahnya.
Disbudporapar, lanjut Irwan, telah menyiapkan anggaran sekitar Rp14 miliar untuk pembangunan tahap II.
Secara keseluruhan, proyek GOR indoor Indrasari diperkirakan menelan anggaran hingga Rp33 miliar sampai benar-benar rampung.
“Jika sudah selesai seluruhnya, bangunan ini akan menjadi gedung multifungsi untuk beberapa cabang olahraga. Anggaran besar nantinya juga terserap pada sarana dan prasarana penunjang,” katanya.
Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Kabupaten Banjar, Ahmad Yasser Noor Hafidz juga menegaskan proyek dikerjakan sesuai rencana anggaran biaya (RAB) dan ketentuan teknis yang berlaku.
Namun, Yasser mengakui sempat dilakukan perubahan teknis pada pekerjaan pondasi melalui mekanisme Contract Change Order (CCO).
Perubahan tersebut terkait panjang tiang pancang yang awalnya direncanakan 18 meter, kemudian disesuaikan menjadi 16 meter.
“Dalam proses pemasangan, pile sudah mencapai lapisan tanah keras di kedalaman 16 meter. Jika dipaksakan hingga 18 meter, berisiko pecah dan memengaruhi struktur bangunan di atasnya,” jelasnya.
Baca juga: Seribu Hektar Lebih Padi di Kabupaten Banjar Puso, 114 Petani Ajukan Klaim Asuransi
Penyesuaian dilakukan agar tidak terjadi kelebihan anggaran, sekaligus memastikan seluruh dana tetap terserap sesuai peruntukan.
“Dari hasil CCO, seluruh anggaran terpakai sesuai RAB dan tidak ada sisa. Hasil pemeriksaan, termasuk dari BPK, juga tidak menemukan temuan,” urainya. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)