Warga Pasangkayu Menjerit, Tabung Elpiji 3 Kg Langka dan Mahal, Tembus Rp40 Ribu
Abd Rahman February 14, 2026 10:47 AM


TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Warga di Kecamatan Bambalamotu dan Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, mengeluhkan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir, Sabtu (14/2/2026).

Kelangkaan tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari. 

Apalagi menjelang bulan suci Ramadan 1447 H masyarakat akan lebih membutuhkan tabung gas elpiji.

Baca juga: Warga Pasangkayu Cemas, Harga Bahan Pokok Semakin Meroket Jelang Ramadan 1447 H

Baca juga: Ramalan Shio Hari Ini: Tikus dan Kuda Paling Apes, Hindari Ambil Keputusan Besar

Bahkan, harga gas bersubsidi itu dilaporkan melonjak hingga Rp40 ribu per tabung di tingkat pengecer.

Salah satu warga, Risman, mengaku sudah lelah berkeliling mencari tabung gas elpiji 3 kg. 

Ia ditemui di salah satu kios di Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu.

“Sudah beberapa hari saya keliling cari gas, tapi susah sekali dapatnya. Kalau pun ada di pengecer, harganya sampai Rp40 ribu,” kata Risman.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat memberatkan warga kecil.

Namun karena kebutuhan mendesak, ia terpaksa membeli dengan harga tinggi.

“Mau tidak mau tetap dibeli, karena tidak mungkin tidak masak di rumah. Tapi kami bertanya-tanya, kenapa bisa langka seperti ini? Apakah memang stoknya kurang atau ada masalah di penyaluran?” ujarnya.

Keluhan serupa juga dirasakan warga lainnya di Bambaira. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan memastikan distribusi gas elpiji 3 kg berjalan lancar dan harga tetap sesuai ketentuan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Pasangkayu, Endhy, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya saat ini masih fokus melakukan inspeksi mendadak (sidak) di wilayah Kota Pasangkayu.

“Kami masih fokus sidak di wilayah kota. Untuk suplai dari agen ke pangkalan sejauh ini masih berjalan normal,” jelasnya.

Ia menyebutkan, distribusi dari agen ke pangkalan dilakukan secara rutin. 

Ada pangkalan yang mendapat suplai dua kali dalam sepekan, dan ada pula yang satu kali dalam sepekan, tergantung kebutuhan dan kuota masing-masing.

“Jadi kami rasa, kemungkinan masyarakat lebih sering membeli tabung gas di pengecer dibanding langsung di pangkalan,” tambahnya.

Diketahui, kuota pangkalan di Kabupaten Pasangkayu bervariasi. 

Paling tinggi mencapai 180 tabung per sekali suplai dan paling rendah sekitar 40 tabung, tergantung jumlah kepala keluarga (KK) yang dilayani oleh pangkalan tersebut.

HARGA LPG NAIK – Tumpukan tabung elpiji 3 kilogram di kios, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Minggu (6/7/2025). Sejak Hari Raya Idul Adha hingga saat ini, harga elpiji 3 kilogram stagnan di harga Rp30 ribu – Rp40 ribu.
HARGA LPG NAIK – Tumpukan tabung elpiji 3 kilogram di kios, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Minggu (6/7/2025). Sejak Hari Raya Idul Adha hingga saat ini, harga elpiji 3 kilogram stagnan di harga Rp30 ribu – Rp40 ribu. (Sandi/Tribun-Sulbar)

Terkait harga yang melambung di tingkat pengecer, Endhy mengakui pihaknya tidak memiliki dasar kuat untuk menindak pengecer yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Kami tidak punya dasar untuk menindak pengecer yang menaikkan harga. Yang bisa kami lakukan hanya menegur dan mempertanyakan mereka mengambil dari pangkalan mana,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan indikasi kecurangan dalam penyaluran elpiji bersubsidi.

“Kalau ada kecurangan, segera laporkan ke dinas, tapi harus disertai bukti berupa foto atau video. Kalau hanya sekadar laporan tanpa bukti, kami susah menindaklanjuti karena biasanya mereka tidak mengaku,” tegasnya.

Diskoperindag Pasangkayu berjanji akan terus melakukan pengawasan guna memastikan distribusi elpiji 3 kg tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.