TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Sejumlah harga bahan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) mulai merangkak naik.
Seperti di Pasar Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, bahan pokok berupa bawang merah, bawang putih hingga cabai keriting mengalami lonjakan harga.
Cabai keriting kini berada di harga Rp50 ribu per kilogram yang sebelumnya hanya Rp35 ribu per kg.
Sedangkan cabai rawit masih bertahan di posisi ideal Rp30 ribu per kg.
Baca juga: Ramalan Shio Hari Ini: Tikus dan Kuda Paling Apes, Hindari Ambil Keputusan Besar
Baca juga: Gasak 15 Motor Trail Pakai Kunci T, Tiga Bandit Curanmor Mamuju Terancam 9 Tahun
Untuk bawang merah juga mahal Rp50 ribu per kg dan bawang putih naik Rp5 ribu dari Rp45 ribu kini Rp50 ribu per kg.
Beberapa bahan pokok di pasar tersebut rata-rata mengalami kenaikan menjelang bulan puasa.
Kenaikan harga bahan pokok ini membuat warga atau pembeli merasa cemas, apalagi semakin mendakati bulan Ramadan.
Pantauan di lokasi, Sabtu (14/2/2026), suasana pasar sejak pagi terlihat lebih ramai dari biasanya.
Para ibu rumah tangga tampak hilir mudik membawa kantong belanja, sebagian berhenti cukup lama di lapak sayur untuk membandingkan harga.
Aroma bawang dan cabai yang menyengat bercampur dengan suara tawar-menawar antara pedagang dan pembeli.
Pedagang menyebut beberapa jenis sayuran seperti sawi dan jagung mulai mengalami kenaikan, meski tidak terlalu signifikan.
Santoso, salah satu pedagang sayur yang ditemui di lapaknya, mengatakan fluktuasi harga menjelang Ramadhan memang kerap terjadi setiap tahun.
“Biasanya kalau sudah dekat Ramadhan memang tidak menentu. Kadang naik, kadang turun, tergantung pasokan barang yang masuk,” ujar Santoso.
Ia menjelaskan, jika pasokan dari distributor atau petani tersendat, harga bisa melonjak tajam dalam waktu singkat. Sebaliknya, jika pasokan melimpah, harga cenderung stabil bahkan turun.
“Kalau pasokan kosong itu biasanya naik sekali,” katanya.
Menurutnya, harga bahan pokok masih berpotensi mengalami kenaikan dalam beberapa hari ke depan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan.
Namun berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga biasanya mulai turun kembali memasuki pekan pertama Ramadhan.
“Biasanya satu minggu Ramadhan sudah mulai turun lagi. Nanti naik lagi mendekati hari raya, dan itu biasanya lebih tinggi,” tambahnya.
Meski beberapa harga mulai merangkak naik, Santoso mengaku daya beli masyarakat belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Pembeli masih cenderung membeli dalam jumlah kecil dan selektif.
“Belum terlalu ramai pembeli yang belanja banyak. Masih biasa-biasa saja,” ungkapnya.
Sejumlah pembeli yang ditemui juga mengaku tetap berhati-hati dalam berbelanja karena khawatir harga akan terus naik.
Mereka berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas pasokan agar lonjakan harga tidak memberatkan masyarakat, terutama menjelang bulan suci dan Hari Raya Idul Fitri mendatang.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan