Hasil Sidang Isbat Penetapan Awal Puasa 1 Ramadan 1447 H Terpanrau 17 Februari 2026, ini Tahapannya
Nia Kurniawan February 14, 2026 11:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM - Ikuti Jadwal sidang isbat penentuan 1 Ramadan 2026. Ya, Kemenag gelar sidang isbat melihat hilal penentuan 1 Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026 malam.

Jlang Ramadan 1447 H Ada tiga tahapan yang akan dilalui sebelum penetapan 1 Ramadan 2026 tersebut.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadan 2026 Kemenag-Muhammadiyah Palangka Raya Kalteng-Banjarbaru Kalsel

Tahapan Sidang Isbat

Mengutip laman diy.baznas.go.id, Sidang Isbat untuk menentukan 1 Ramadan 2026 dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, sesuai standar yang selama ini diterapkan

Tim ahli dari Kementerian Agama akan menyampaikan data posisi hilal (bulan sabit muda) berdasarkan perhitungan astronomi. 

Data ini menjadi dasar ilmiah awal sebelum dilakukan observasi langsung.

Verifikasi Hasil Rukyatul Hilal

Setelah hisab, dilakukan verifikasi langsung terhadap hasil pemantauan hilal dari 37 titik rukyatul hilal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 

Lokasi pengamatan dipilih secara strategis untuk mendapatkan laporan terbaik tentang kemunculan hilal.

Musyawarah dan Pengambilan Keputusan

Seluruh pihak yang hadir dalam sidang akan berdiskusi dan bermusyawarah untuk mengambil keputusan. 

Hasil putusan inilah yang akan dijadikan acuan resmi pemerintah dan diumumkan kepada publik melalui konferensi pers.

Metode Penentuan Awal Bulan

Dalam menentukan tanggal awal Ramadan, Syawal (Idulfitri) dan Zulhijjah (Iduladha), Kementerian Agama menggunakan pendekatan integrasi hisab dan rukyat. 

Bertujuan untuk memadukan perhitungan astronomi dan pengamatan nyata, serta menjaga persatuan seluruh umat Islam di Indonesia.

Selain itu, terdapat payung hukum baru berupa Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026, yang memperkuat mekanisme pelaksanaan Sidang Isbat.

Juga menjamin transparansi, kepastian hukum, serta keseragaman penetapan awal bulan Hijriah secara nasional.

Peserta Sidang dan Landasan Hukum

Sidang Isbat akan dihadiri oleh berbagai elemen penting, yakni:
Perwakilan organisasi masyarakat Islam
Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Perwakilan duta besar negara-negara Islam
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Ahli falak (astronomi)
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Perwakilan Mahkamah Agung

Kehadiran berbagai pihak diharapkan menghasilkan keputusan yang komprehensif, dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun syar’i. 

Selain itu, pelaksanaan Sidang Isbat merujuk pada dasar hukum yang kuat sesuai Fatwa MUI tentang penetapan awal bulan Hijriah.

Sementara itu PP Muhammadiyah sudah menegaskan penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah bertepatan dengan 18 Februari 2026.

Ya, Tahap pertama adalah pemaparan data posisi hilal berdasarkan metode perhitungan astronomi atau hisab. 

Tahap berikutnya yakni verifikasi hasil rukyatul hilal yang dilakukan dari 37 titik pemantauan di berbagai wilayah Indonesia.

"Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat," kata  Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Kemudian, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) juga akan menyelenggarakan rukyatul hilal penentuan awal Ramadhan 1447 H pada 17 Februari 2026.

Tahapan tersebut akan dilakukan oleh jejaring LFNU di seluruh Indonesia guna memenuhi metode penetapan awal bulan kalender Hijriah yang berterima dalam NU.

Rukyatul hilal merupakan pengamatan atau observasi terhadap hilal, lengkungan Bulan sabit paling tipis yang berkedudukan pada ketinggian rendah di atas ufuk barat pasca-Matahari terbenam (ghurub) dan bisa diamati.

Cara pengamatannya untuk saat ini terbagi menjadi tiga, mulai mengandalkan mata telanjang, mata dibantu alat optik (umumnya teleskop), hingga termutakhir alat optik yang terhubung sensor atau kamera.

"Dari ketiga cara tersebut maka keterlihatan hilal pun terbagi menjadi tiga pula, mulai dari kasatmata (bil fi’li), kasat teleskop dan kasat kamera," terang LFNU dilansir dari Kompas.com, Jumat (6/2/2026).

Kementerian Agama Republik Indonesia telah menjadwalkan pelaksanaan Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadan tahun ini pada Selasa, 17 Februari 2026. 

Baca juga: Sulap Pekarangan Jadi Oase Hijau, Warga Gagas Permai Tanahlaut Terapkan Konsep Ramah Lingkungan

Sidang ini menjadi momen penting bagi umat muslim di seluruh Nusantara untuk mengetahui tanggal resmi dimulainya ibadah puasa tahun ini. 

Keputusan final akan diumumkan usai seluruh rangkaian sidang selesai digelar pada 29 Syaban 1447 Hijriah tersebut.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Kegiatan bertempat di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI di Jakarta.

 

(Tribunkalteng/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.