Berita Viral Populer Persebaya Hari Ini: Bernardo Tavares Sindir Pemainya Hingga Reaksi Keras Bonek
faridmukarrom February 15, 2026 07:37 AM

Kekalahan ini mengakhiri rekor 13 laga tak terkalahkan Bajul Ijo.

Bernardo Tavares menyoroti buruknya penyelesaian akhir, sementara Bonek meluapkan kekecewaan di media sosial.

Di sisi lain, Paul Munster bangga karena timnya sukses menjalankan strategi dan membawa Bhayangkara naik ke peringkat delapan klasemen.

Baca juga: Jadwal Baru Pertandingan Arema FC vs Semen Padang di Super League Indonesia Live Indosiar

  1. Tavares Salahkan Finishing Pemain

Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan pahit saat menjamu Bhayangkara FC pada pekan ke-21 Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (14/2/2026) malam, Bajul Ijo takluk dengan skor 1-2.

Hasil ini sekaligus menghentikan catatan impresif Persebaya yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan beruntun.

Bagi Bhayangkara FC, kemenangan ini menjadi pelipur lara setelah kekalahan 1-2 dari Borneo FC pada laga sebelumnya.

Dua gol The Guardians dicetak oleh Henri Doumbia pada menit ke-24 dan Moussa Sidibe di masa tambahan waktu babak pertama (45+1).

Persebaya hanya mampu membalas lewat Mihailo Perovic pada menit ke-64.

Sejak awal laga, tuan rumah tampil menekan. Namun banyak peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Menurutnya, masalah utama ada pada penyelesaian akhir.

KALAH - Pemain Persebaya Surabaya Bruno Moreira (kanan) berebut biola dengan pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC Sadiki (kiri) pada pertandingan yang yang berlangsung Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (14/2/2026) malam. Pada akhir pertandingan Persebaya sebagai tuan rumah harus mengakui kekalahan dengan skor akhir 1-2. (SURYA/HABIBUR ROHMAN)
KALAH - Pemain Persebaya Surabaya Bruno Moreira (kanan) berebut biola dengan pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC Sadiki (kiri) pada pertandingan yang yang berlangsung Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (14/2/2026) malam. Pada akhir pertandingan Persebaya sebagai tuan rumah harus mengakui kekalahan dengan skor akhir 1-2. (SURYA/HABIBUR ROHMAN) (TribunMataraman.com/Habiburrahman/tribunmataraman.com network)

“Kami menciptakan beberapa peluang di babak pertama, tetapi tidak menembak dengan akurat,” ujar Bernardo.

Ia juga menyoroti dominasi Persebaya di babak kedua yang tak berbuah maksimal.

“Kami lebih banyak menembak ke gawang dan menciptakan peluang, tapi sayangnya hanya satu gol yang tercipta.”
 
Bernardo juga menyinggung soal waktu tambahan yang dinilainya terlalu singkat, mengingat Bhayangkara kerap mengulur waktu.

“Saya terkejut wasit hanya memberi tambahan lima menit. Tapi ini bukan alasan, ini hanya kenyataan,” tegasnya.
 
Meski kalah, Bernardo tetap mengapresiasi dukungan suporter.

“Terima kasih kepada para pendukung. Suasananya fantastis. Kami akan belajar dari kekalahan ini.” ucapnya.

2. Akun Persebaya Diserbu Bonek

Kekalahan dari Bhayangkara FC langsung memantik reaksi besar dari Bonek Mania.

Tak butuh waktu lama, kolom komentar akun Instagram resmi Persebaya Surabaya langsung dibanjiri ribuan pesan dari suporter.

Nada kekecewaan terasa kuat, terutama karena laga berlangsung di kandang sendiri.

Banyak Bonek menilai performa tim justru lebih meyakinkan saat bermain tandang dibandingkan di Stadion Gelora Bung Tomo.

"Luweh dredeg ndelok Persebaya lek main home, lek away malah enak maine," tulis salah satu akun.

Sebagian lainnya menyindir inkonsistensi permainan yang kembali muncul di momen krusial.

"Mene away terus ae loh, ga usah home sekalian," canda getir seorang Bonek.

Tak sedikit pula yang menyoroti krisis cedera yang membuat kedalaman skuad timpang.

"Pemain sing cedera cepet mari, yuk. Soale tim iki koyo kekurangan tenaga," tulis akun lainnya.

Namun, di balik kritik tajam, dukungan setia tetap mengalir. Banyak Bonek mengajak tim bangkit dan memperbaiki diri.

"Comeback stronger! Banyak PR, segera dibenahi," tulis seorang suporter.

"Kalah menang tetep Bonek. Ndak kabeh hasil iso instan," komentar lain memberi semangat.

Ada pula yang meminta manajemen lebih fokus pada prestasi dibanding tampilan.

"Perbanyak trofi, bukan jersey," tulis seorang Bonek.

3. Komentar Pelatih Bhayangkara

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengaku kemenangan ini sangat berarti, terlebih diraih di hadapan puluhan ribu Bonek dan Bonita.

“Ini kemenangan penting bagi kami. Kami tahu betapa sulitnya bermain di Stadion GBT dengan dukungan suporter Persebaya,” ujar Munster.

Ia menegaskan bahwa timnya mampu mengeksekusi strategi dengan sangat baik.

“Kami fokus dan menjalankan rencana permainan 100 persen. Itu sebabnya kami bisa meraih tiga poin,” tambahnya.
 
Bek Bhayangkara FC, Frengky Missa, juga mengungkapkan rasa bahagianya atas kemenangan tersebut.

“Kami menjalankan instruksi coach Paul dengan baik, terutama dalam meredam kekuatan lawan. Hasilnya, kami bisa mendapatkan tiga poin,” katanya.

Tambahan poin ini membawa Bhayangkara FC naik ke peringkat delapan klasemen sementara dengan koleksi 29 poin.

4. Jalannya Pertandingan Persebaya vs Bhayangkara

Sebelumnya Persebaya harus menalan kekalahan 1-2 dari tamunya, Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (14/2/2026) malam ini.

Dua gol Bhayangkara FC pada laga pekan ke-21 Super League 2025/2026 ini dicetak oleh Henri Doumbia menit 24 dan Moussa Sidibe menit 45+1.

Sementara gol semata wayang Persebaya dicetak oleh Mihailo Perovic menit 64.

Jalannya pertandingan babak kedua berlangsung menarik, Persebaya yang tertinggal 0-2 di babak pertama, coba lebih agresif menekan.

Meski terus mencecar pertahan lawan, Persebaya yang mendominasi permainan sulit menciptakan peluang.

Peluang emas pertama Persebaya tercipta menit 55 lewat tendangan jarak jauh keras mendatar Milos.

Namun masih bisa ditepis Aqil Savik, bola muntah kembali disambar Gali, Aqil kembali melakukan tepisan berkelas.

Terus menekan, akhirnya Persebaya bisa mencetak gol menit 64 melalui tendangan melengkung Mihailo Perovic.

Memanfaatkan umpan Gali Freitas yang sempat terjadi gerakan dummy Jefferson Silva, Mihailo Perovic melepaskan tendangan berbuah gol, skor 1-2.

Bisa memperkecil kedudukan membuat Persebaya semakin bersemangat menyerang.

Persebaya secara bergelombang terus mencecar pertahanan Bhayangkara FC hingga memasuki menit 70.

Bhayangkara FC yang lebih banyak ditekan hanya coba menciptakan peluang lewat skema serangan balik, namun selalu kandas.

Persebaya mendapat peluang menit 75 lewat tendangan Rachmat Irianto, namun hanya mendarat di atas gawang lawan.

Terus ditekan, pemain Bhayangkara FC coba mengulur-ngulur waktu dengan berbagai cara.

Akal bulus pemain Bhayangkara FC diendus wasit,Yudai Yamamoto dengan mengeluarkan banyak kartu kuning pada pemain Bhayangkara FC yang mencapai 6 kartu kuning hingga menit 89.

Persebaya tidak mengendorkan serangan hingga menit tambahan waktu.

Namun, upaya mereka belum membuahkan hasil, skor 1-2 untuk kemenangan Bhayangkara FC menjadi hasil akhir.

Hasil ini menghentikan rekor tidak terkalahkan Persebaya 13 laga terakhir secara beruntun (amn).

(tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.