Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Semangat kolaborasi antara kampus dan masyarakat kembali terlihat di Desa Inegena, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada. Mahasiswa baru Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Flores Bajawa menggelar pelatihan pembuatan pakan ternak bersama warga setempat.
Kegiatan yang berlangsung pada 12–15 Februari 2026 itu menjadi bagian dari pembinaan akademik dan kemahasiswaan. Khusus pelatihan pembuatan pakan ternak dilaksanakan pada 14 Februari dan dibawakan langsung oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Jefri, bersama Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, David Januarius Djawapatty.
Dalam kesempatan tersebut, David Januarius Djawapatty yang turut membawakan materi berharap pelatihan ini mampu mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak.
“Harapannya, setelah pelatihan ini masyarakat bisa membuat pakan ternak sendiri untuk ternak masing-masing dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar,” ujarnya.
Baca juga: Dari Penyuluhan ke Penanaman: Stiper Flores Bajawa Dorong Pertanian dan Lingkungan Sehat di Inegena
Pelatihan ini diikuti lebih dari 10 orang masyarakat Desa Inegena, termasuk aparat desa. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka mengaku senang karena baru mengetahui bahwa bahan dasar pakan ternak ternyata mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Beberapa bahan yang digunakan dalam praktik tersebut antara lain batang pisang, dedak padi, serta campuran dekomposer Bowuli. Kombinasi bahan sederhana ini dinilai mampu menjadi alternatif pakan ternak yang ekonomis dan mudah diproduksi secara mandiri.
Sebanyak 65 mahasiswa baru Agroteknologi juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Bagi sebagian besar mahasiswa, ini merupakan pengalaman pertama menyaksikan secara langsung proses pembuatan pakan ternak berbasis bahan lokal.
“Antusias mahasiswa sangat tinggi karena ini pengalaman baru bagi mereka. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik bersama masyarakat,” ungkap salah satu dosen pendamping, Daniel Simo.
Sejumlah dosen yang mendampingi kegiatan tersebut antara lain Oriensi Y.K. Teftae, S.Si., M.Si., Daniel Simo, S.P., M.P., RD. Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil., M.Si. (Han), serta Ketua Program Studi Umbu A. Hamakonda, S.TP., M.T.
Melalui kegiatan ini, STIPER Flores Bajawa tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang pertanian dan peternakan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat desa dalam meningkatkan produktivitas ternak secara mandiri dan berkelanjutan. (Cha)