Laporan Reporter TribunFlores.com, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Semangat warga Desa Wolokota, Kabupaten Ende, untuk menikmati listrik negara bukan sekadar harapan kosong.
Di tengah keterbatasan akses dan medan ekstrem yang sulit dijangkau kendaraan berat, masyarakat menyatakan kesiapannya memikul tiang listrik secara manual demi mempercepat pembangunan jaringan.
Medan menuju Wolokota dikenal curam dan menjadi tantangan logistik serius bagi proyek elektrifikasi.
Jika kendaraan pengangkut material tak mampu menembus jalur tersebut, warga siap turun tangan.
Baca juga: Alami Sakit, Bayi 7 Bulan di Pulau Komodo Manggarai Bart Dievakuasi Darurat ke Labuan Bajo
Tiang listrik sepanjang 12 meter dengan berat rata-rata 300 kilogram per batang akan mereka pikul melewati tanjakan terjal.
“Kami siap menyumbangkan tenaga, siap memikul tiang-tiang itu di pundak kami. Ini bentuk dukungan nyata agar desa kami tidak lagi gelap di malam hari,” tegas Ignasius Sari, Sabtu (21/2/2026).
Tekad itu menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat.
Namun di balik kesiapan tersebut, warga juga menyampaikan harapan besar agar pemerintah tidak menutup mata terhadap perjuangan fisik yang akan mereka lakukan.
Mereka meminta pemerintah melalui dinas terkait segera menyelesaikan hambatan birokrasi dan teknis yang selama ini memperlambat proses.
Warga juga mendesak pemerintah bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mempercepat jadwal pengerjaan sebelum cuaca buruk memperparah kondisi jalur distribusi material.
Menurut Ignasius, kondisi jalan ekstrem tidak bisa hanya mengandalkan tenaga manual masyarakat.
Dukungan teknis yang memadai tetap diperlukan agar proyek berjalan aman dan tepat waktu.
Proyek pembangunan akses listrik ke Desa Wolokota kini memasuki tahap kedua sambil menunggu distribusi material.
Namun hingga saat ini, pihak pemenang kontrak belum berani melakukan penandatanganan kontrak kerja karena mempertimbangkan risiko distribusi logistik akibat kondisi jalan yang berat.
Sebagai bentuk komitmen, warga sebelumnya juga melakukan gotong royong memperbaiki jalan dengan rabat beton di sejumlah titik.
Perbaikan swadaya yang diinisiasi para pemuda desa itu dilakukan untuk mendukung kelancaran pembangunan jaringan listrik.
Bagi warga Wolokota, listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan simbol kemajuan dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Kini, mereka hanya menanti keseriusan dan percepatan langkah pemerintah agar cahaya benar-benar segera menyala di desa mereka. (Bet)