29 Mahasiswa Unika Ruteng Dikukuhkan Jadi Kader Synergoi Paulus, Misi Kepemimpinan Transformatif
Hilarius Ninu February 22, 2026 08:47 PM

 

 

TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng (Unika St. Paulus Ruteng) mengukuhkan 29 mahasiswa sebagai Kader Synergoi Paulus Angkatan III pada Minggu, 22 Februari 2026. 

Pengukuhan ini terjadi setelah melalui program kaderisasi selama 20 hari yang membentuk mahasiswa berkarakter, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin transformatif di tengah tantangan zaman.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Fransiskus Sawan, M.Pd., melalui laporan tertulisnya yang diterima media ini melaporkan bahwa kaderisasi berlangsung pada 22 Januari - 8 Februari 2026 di Novisiat Sang Sabda Kuwu. 

Program kaderisasi itu melibatkan 30 mahasiswa dari 12 program studi dan meluluskan 29 kader yang resmi menjadi anggota Synergoi Angkatan ke 3.

 

Baca juga: Dies Natalis ke-67 Unika Ruteng:  Tiga Mahasiswa Direkrut Jadi Digital Marketer Profesional

 

 

 

Formasi 20 Hari yang Mengubah Karakter

Dr. Fransiskus Sawan menegaskan bahwa kaderisasi tidak sekadar pelatihan organisasi, tetapi proses formasi hidup yang menyentuh dimensi spiritual, emosional, sosial, dan moral.

“Kaderisasi ini bukan sekadar pelatihan, melainkan proses formasi hidup yang membentuk iman, karakter, dan kepemimpinan,” tegasnya.

Tim pembina menerapkan pendekatan experiential learning, refleksi personal, partisipasi aktif, dan pembelajaran kolaboratif. 

Setelah melalui tahap evaluasi yang dilaksankan pada 19 - 21 Februari 2026 menunjukkan peserta mengalami transformasi nyata: peningkatan kedewasaan sikap, disiplin, keberanian memimpin, empati sosial, serta konsistensi dalam praktik doa dan refleksi.

 

Kampus UNIKA Santo Paulus Ruteng di Kabupaten Manggarai,Pulau Flores.
Kampus UNIKA Santo Paulus Ruteng di Kabupaten Manggarai,Pulau Flores. (ISTIMEWA)

 

Fransiskus menambahkan bahwa praktik spiritual harian, pengalaman sosial langsung, dan dinamika kelompok memberi dampak paling kuat dalam proses pembinaan.

Kampus Tegaskan Peran Kader sebagai Terang Intelektual

Pada misa dan pengukuhan kader, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd. mengajak para kader menghadapi krisis makna, relativisme nilai, dan derasnya arus digitalisasi dengan identitas yang kokoh.

“Mahasiswa adalah penjaga nurani zaman. Kader Synergoi harus menjadi terang intelektual, sahabat bagi sesama, sekaligus pemimpin yang transformatif,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kader tidak boleh memisahkan iman dan rasio. “Iman dan akal budi bukan musuh. Kader Synergoi harus menghadirkan sintesis antara doa dan diskursus ilmiah,” ungkapnya.

Dr. Marselus juga mendorong para kader menjadi agen literasi digital yang kritis dan etis di tengah polarisasi sosial. Ia meminta para mahasiswa menghadirkan nilai Injil melalui integritas akademik, solidaritas sosial, dan kepemimpinan yang menginspirasi.

Siap Menjadi Agen Transformasi

Program Kaderisasi Synergoi Paulus Angkatan III merupakan perwujudnyataan dari komitmen kampus dalam membentuk kader rasul awam yang siap melayani Gereja, bangsa, dan masyarakat.

Melalui laporan warek III, Universitas akan mempertahankan model kaderisasi ini, memperkuat pembinaan berbasis pengalaman langsung, serta melakukan pendampingan berkelanjutan bagi para alumni kader.

Pengukuhan ini menjadi titik awal perjalanan para kader sebagai agen transformasi di lingkungan kampus dan masyarakat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.