BANGKAPOS.COM -- Tanggal 23 Februari memperingati hari apa menjadi pertanyaan yang banyak ditanyakan.
Hari ini ternyata diperingati sebagai hari penting yang mengusung nilai kemanusiaan dan solidaritas global.
Pada tanggal ini, dunia mengenang Hari Pemahaman dan Perdamaian Dunia (World Understanding and Peace Day), sebuah momentum untuk meneguhkan komitmen terhadap perdamaian, toleransi, dan harmoni antarbudaya.
Hari Pemahaman dan Perdamaian Dunia menjadi pengingat bahwa perdamaian dan empati bukan sekadar gagasan ideal, melainkan tanggung jawab bersama yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan ini mengajak setiap individu untuk menanamkan sikap saling menghargai, membuka ruang dialog, serta membangun kerja sama lintas perbedaan.
Baca juga: Bareskrim Buru Asui, Pengusaha Timah Toboali Diduga Pendana atau Pemilik Pasir Timah Ilegal
Secara historis, 23 Februari juga bertepatan dengan hari lahir Rotary International pada tahun 1905. Organisasi layanan kemanusiaan internasional ini dikenal atas kiprahnya dalam bidang perdamaian, pendidikan, dan kesehatan.
Nilai-nilai yang diusung Rotary turut menginspirasi semangat peringatan Hari Pemahaman dan Perdamaian Dunia sebagai ajakan untuk mempererat rasa saling pengertian di tengah keberagaman budaya, agama, dan latar belakang sosial.
Makna perdamaian yang diusung tidak hanya sebatas ketiadaan konflik, tetapi juga mencakup hadirnya keadilan, rasa hormat, serta kerja sama yang tulus antarindividu dan antarnegara.
Di era globalisasi yang semakin terhubung, pemahaman lintas budaya menjadi kunci untuk mencegah kesalahpahaman dan meredam potensi konflik sosial.
Peringatan ini mendorong masyarakat agar aktif membangun komunikasi yang sehat, menghargai perbedaan, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang damain baik di tingkat lokal maupun internasional. Perdamaian tidak akan terwujud tanpa pemahaman, dan pemahaman tidak akan tumbuh tanpa empati.
Melalui momentum 23 Februari, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa setiap individu memiliki peran dalam menciptakan dunia yang lebih aman, inklusif, dan manusiawi.
Dengan memperkuat nilai toleransi, dialog, serta kepedulian sosial, kita dapat bersama-sama membangun peradaban yang harmonis dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik.
(Tribun Banten/Tribun Pontianak/Bangkapos.com)